5268

GoldenLovers, Pencurian anjing untuk dikonsumsi di sejumlah daerah masih marak. Modusnya, mencampur makanan dengan potas. di Minahasa dan Manado, praktik pencurian anjing juga marak. Untuk mendapatkan mangsanya, para doger (pencuri anjing) sering menggunakan makanan yang dicampur potas. Para doger ini menjalankan aksinya malam hari, kala para pemilik anjing tidur.

"Saat bangun pagi, dua ekor anjing milik telah hilang. Ada beberapa bungkusan ikan yang sudah dicampur potas tertinggal di halaman. Itu pasti ulah doger," ujar Alfred (40) warga Desa Pineleng, Manado.

Dog Meat Free Indonesia, koalisi empat organisasi pegiat kesejahteraan hewan, baru-baru ini merilis hasil investigasinya. Dalam laporannya tertanggal 2 November 2017, koalisi beranggotakan Jakarta Animal Aid Network (JAAN), Change For Animals Foundation (CFAF), Animal Friends Jogja (AFJ), dan Humane Society International (HSI) menemukan jutaan ekor anjing mengalami penderitaan mengerikan dalam perdagangan anjing di Indonesia.

Anjing-anjing itu termasuk hewan peliharaan yang dicuri dan dijagal untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di warung dan rumah makan.

Direktur Program Animal Friends Jogja Dessy Zahara Angelina Pane memperkirakan 215 ekor anjing dijagal tiap hari (atau 6.450 ekor per tahun) untuk memenuhi konsumsi daging anjing di Yogya. Daging anjing dipasarkan di 50 lebih warung dan rumah makan yang tersebar di penjuru kota.

BACA JUGA:
Jangan Mempermainkan Perut Rakyat

Di Solo, jumlah pedagang makanan berbahan daging anjing malah lebih banyak lagi. Jumlah warung dan anjing yang dipotong mencapai dua kali lipat dibanding Yogya.

Ina, panggilan Dessy Zahara Angelina Pane, mengatakan ada seratus lebih warung sengsu di Solo. Untuk memenuhi kebutuhan daging, rata-rata 428 ekor anjing (atau 12.840 ekor per tahun) dibantai.

Tingginya keuntungan menjadi salah satu faktor masih maraknya perdagangan anjing. Perdagangan itu bahkan berlangsung lintas provinsi. "Itu easy money, malam ambil pagi jadi duit," katanya.

ME (68), lelaki pengepul anjing di Pangandaran, mengaku biasa membeli anjing seharga Rp75 ribu-Rp80 ribu per ekor. Anjing itu lalu dijual kembali ke tengkulak asal Solo dan Yogya seharga Rp150 ribu per ekor. Harga jual bertambah jika anjingnya gemuk. Seekor anjing berbobot di atas 10 kg dihargai Rp200 ribu.

Dari tangan tengkulak, pedagang membeli daging dengan harga kiloan. Perkilo daging anjing dibeli seharga Rp25 ribu.

Sementara di Cepu, Jawa Tengah, pasokan anjing mulai langka. Karena langka, di daerah ini harga anjing naik dua kali lipat. Jika sebelumnya anjing berbobot sedang dihargai sekitar Rp150 ribu kini menjadi Rp250 ribu hingga Rp300 ribu. Sedang untuk yang ukuran besar bisa mencapai Rp480 ribu hingga Rp500 ribu.

fShare
0