5268

GoldenLovers, Bangun tepat waktu di pagi hari, sering jadi masalah untuk anak-anak. Tidak heran orang tua kerap repot mendisiplinkan anak bangun pagi agar tidak terlambat tiba di sekolah. Bagaimana siasat yang tepat?

Seperti kita tahu, tidur adalah porsi paling besar yang dibutuhkan dalam tumbuh kembang anak di bawah usia dua tahun. Mereka bisa tidur hingga 17 jam dalam satu hari. Semakin dewasa, jam tidur akan berkurang hingga mencapai porsi ideal sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap hari.

Dikutip dari Kompas.com, waktu tidur anak yang cukup di malam hari adalah kunci kesuksesan mereka bangun dengan segar di pagi hari. "Waktu tidur ideal anak usia prasekolah adalah 10 jam, misalnya dari pukul 20.00 sampai dengan 06.00," jelas psikolog Ratih Pramanik.

Jam tubuh yang tidak terbiasa tidur dan bangun tepat waktu juga bisa membuat masalah penyesuaian. Misal, si kecil biasa bangun jam 7 pagi, maka saat dipaksa bangun pukul 6 pagi, tidak serta merta tubuh dapat mengikuti. Perlu beradaptasi dengan perubahan tersebut.

Saat terbaik membiasakan anak tidur tepat waktu dimulai dari usia sedini mungkin. Menjelang usia sekolah, kebiasaan bangun pagi pada anak harus semakin sering dilatih. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan orang tua terkait kebiasaan tidur buah hati.

Pertama, orang tua harus waspada jika anak susah tidur di waktu malam, sehingga membuat mereka kerap tidur larut. Setelah itu, perhatikan juga apakah anak tidur dengan lelap atau mendapat gangguan tidur misal sering bermimpi buruk, mudah bangun di malam hari dan lain-lain.

BACA JUGA:
Selamatkan Anak-anak Kita dari Para Predator
Tontonan yang Salah Picu Anak Lakukan Kekerasan

Anak tidur larut malam bisa juga akibat melihat pola kedua orang tua. Jadi diperlukan kerjasama antara orang tua dan anak untuk dapat mencapai tujuan bersama. Misal, anak selalu menolak tidur ketika ayah atau ibu masih menonton televisi. Jadi, saat jam tidur tiba, matikan televisi dan temani si kecil tidur sebelum kembali melanjutkan menonton.

Penelitian di Amerika Serikat mencatat hampir 25 persen anak usia sekolah taman kanak-kanak hingga sekolah dasar mengalami gangguan tidur.

Untuk mengurangi gangguan tidur, coba jauhkan anak dari gawai atau perangkat elektronik dua jam sebelum waktu tidur tiba. Efek sinar biru pada gawai terbukti dapat mengganggu dan mengurangi waktu istirahat anak.

Kedua, berikan motivasi kepada anak untuk dapat bangun pagi, misalnya sebuah hadiah kecil di akhir pekan jika mampu bangun tepat waktu selama satu minggu. Atau makan malam di resto favoritnya, bisa juga dengan ekstra uang jajan bagi mereka, atau apapun yang bisa membuat anak-anak bersemangat.

Ketiga, jangan bangunkan anak dengan alarm dari gawai. Jam alarm akan memaksa anak bangun dengan suaranya yang keras. Coba ajak anak-anak untuk memilih jam alarm sendiri di toko. Hal ini juga berarti Anda memberi kepercayaan pada anak untuk bertanggung jawab pada pilihan.

Dan untuk membuat lebih semangat, variasikan menu sarapan pagi atau bekal sekolah untuk mereka. Kombinasi menu sehat dengan penataan menarik bisa membuat mereka selalu bersemangat untuk bangun pagi dan berangkat sekolah.

Satu hal yang juga penting diperhatikan untuk sukses misi ini adalah membuat kamar tidur yang nyaman. Perhatikan juga agar cahaya cukup redup saat malam, sehingga membuat anak lebih mudah terlelap. Pilih juga warna cat untuk kamar tidur misalnya krim atau biru muda, yang memberi kesan nyaman dan tenang dipandang mata.

Jangan lupa, bagi orang tua untuk menyiapkan waktu yang tepat sebelum membangunkan si kecil di pagi hari. Beberapa tip untuk ibu agar tidak tergesa-gesa dan membuat acara bangun di pagi hari jadi lebih menyenangkan sebagai berikut.

Siapkan semua keperluan, termasuk seragam dan buku pelajaran di malam hari. Ini untuk menghindari tekanan saat pagi hari, lagipula dengan persiapan di malam sebelum membuat ibu lebih mudah memastikan tidak ada keperluan yang tercecer.

Persiapkan bahan-bahan sarapan di malam sebelumnya, sehingga di waktu pagi tidak kesulitan dan makan waktu mengolah. Ajak juga si kecil dan suami untuk membantu siapkan sarapan, ini akan menjadi waktu berkualitas bagi keluarga.

Terakhir, berikan pelukan sebelum si kecil berangkat sekolah. Pelukan selama 10 - 15 detik bisa meningkatkan kepercayaan diri mereka menghadapi segudang kesibukan di sepanjang hari.

fShare
6