5022

GoldenLovers, Pada saat memasuki usia 25, di antara Anda mungkin sudah mendengar kalimat 'kapan nikah' atau terus didorong untuk segera menikah. Tapi mungkin di antara Anda tak terlalu menghiraukannya, sebab Anda punya alasan sendiri untuk tidak menikah di usia muda.

Tidak ada kata terlambat untuk menikah, bahkan jika Anda usia Anda telah berada di kepala 3. Di bawah ini adalah beberapa alasannya:

1. Mandiri

Saat menikah di usia kepala 3, kemandirian Anda sudah teruji. Begitu juga dengan visi misi di masa muda yang telah Anda wujudkan di usia 20, sehingga melatih Anda menjadi pribadi yang lebih profesional dan matang.

Sehingga saat menikah, Anda sudah benar-benar tahu apa yang diinginkan dari sebuah kehidupan dan akan memandang pernikahan sebagai hubungan simbiosis antara dua individu. Anda akan menginginkan pasangan hidup yang bisa untuk berbagi segalanya, menerima kekurangan dan ingin melakukan hal yang sama untuk pasangan.

2. Telah belajar dari kesalahan

Pada saat usia tiga puluh, Anda telah menjadi orang yang lebih bijak karena banyak belajar dari kesalahan dengan hubungan percintaan sebelumnya. Meskipun tekanan terus datang dari orang tua dan teman sebaya untuk menikah, Anda tak akan menyerah atau membuat kesalahan yang sama dan tak mau tergesa mengambil keputusan.

BACA JUGA:
Saat Orangtua Singel Memutuskan Menikah Lagi
Mengejar Cinta Ternyata Terasa Lebih Menarik

3. Belajar bersabar

Anda akan tumbuh dewasa menjadi seseorang yang lebih bersabar. Seperti yang diketahui bahwa kesabaran adalah salah satu kunci sukses sebuah pernikahan. Apapun rintangan yang ada setelah menikah nanti, Anda akan bisa mengatasinya dengan tenang dan sabar. Bahkan saat bertengkar, Anda dan pasangan tidak mengalami pertengkaran sengit, namun pertikaian antara dua orang dewasa yang bisa diselesaikan dengan cara yang sehat.

4. Punya prioritas

Usia dua puluhan bagi sebagian Anda menjadi masa-masa untuk memanjakan diri sendiri, mulai dari karier, 'me time', traveling, pertemanan dan lain sebagainya. Sehingga pada saat menikah di usia tiga puluhan, Anda sudah tidak mengalami kebingungan, mana dulu yang perlu diprioritaskan. Setelah Anda tumbuh bijaksana dari perjalanan dan pengalaman hidup, Anda akan lebih bisa menyeimbangkan kehidupan pribadi dan profesional.

5. Jam biologis terus berdetak

Secara biologis, usia tiga puluhan lebih bukan lah waktu terbaik untuk memiliki bayi. Maka dari itu, Anda akan lebih sabar dan berusaha menunggu datangnya si jabang bayi. Mungkin Anda tak pernah tahu, apakah bisa menjadi ibu biologis atau tidak, namun Anda akan selalu bisa menjadi seorang ibu.

fShare
5