5022

GoldenLovers, Tanpanya beberapa dari anda mungkin belum sadar, ada seorang pemuda Celebes asal Manado, Sulawesi Utara yang berhasil menembus pasar musik indie internasional sebagai front man sebuah band bernama The Temper Trap.

Kalau anda jeli, anda pasti pernah mendengar suaranya dalam jingle iklan sebuah brand mobil ternama tanah air lewat lagu Sweet Disposition yang juga menjadi soundtrack film 500 Days of Summer.

Dougy kecil tidak menempuh perjalanan hidup yang mudah hingga dapat sampai di posisi ketenarannya saat ini. Dougy merupakan anak dari pria keturunan seorang pahlawan nasional di Indonesia yang ikut berjuang merebut kemerdekaan, Arie Lasut. Di saat usianya baru menginjak 6 tahun, ayahnya wafat akibat kecelakaan pesawat bersama dua pamannya, meninggalkan Dougy dan ibunya, Dede membesarkannya sendirian.

Saat itu, kakek Dougy yang jelas terpukul memutuskan untuk pindah ke Hawaii memulai hidup baru bersama istrinya dan Dougy yang tidak bisa berbahasa Inggris. Penyesuaian yang sulit pun dijalani Dougy hingga berhasil fasih berbicara hanya untuk mendapati dirinya kembali dipulangkan ke Indonesia untuk menemani sang ibu tinggal di Bali.

Alhasil, Dougy pun berontak karena kesulitannya berkomunikasi dalam bahasa induk yang seharusnya fasih diucapkan oleh anak remaja dengan fisik seperti dirinya. Lagi-lagi, Dougy harus menjalani benturan budaya yang berat.

BACA JUGA:
Rilis Album Solo, Tohpati Gelar Konser Akustik
Mikha Tambayong Tanpa Beban Bernyanyi di Kahitsna

Akibat sering berbuat onar dan menjadi bulan-bulanan di sekolah di Bali, sang ibu memutuskan Dougy akan lebih baik jika dipindah ke Sulawesi bersama om dan tantenya. Di sinilah, Dougy mulai berkenalan dengan musik. Beruntung juga, Dougy remaja memiliki impian, yaitu menggambar ilustrasi untuk Disney. Dengan segera, Dougy tenggelam dalam kesenangannya menggambar hingga tiba saatnya untuk kuliah dan pindah ke Melbourne, Australia mengikuti sang bunda.

Sesampainya di sana, Dougy harus menerima kenyataan dirinya tidak berhasil lolos ke jurusan seni yang memang diinginkannya. Sebagai pelarian, Dougy mulai menekuni musik. Setelah lulus, Dougy tidak kunjung mendapat pekerjaan hingga mengamen dan menjadi seniman potret di jalanan pun dilakoninya.

Setelah musik mulai mendominasi, Dougy pun berniat bergabung dengan sebuah band yang sedang mencari vokalis namun tidak lolos. Hal ini memotivasinya untuk membentu The Temper Trap, yang masih juga hanya bermain di acara-acara kecil di seluruh kota.

Titik balik berlangsung saat lagu ciptaannya Sweet Disposition, banyak ditaksir oleh produk-produk besar untuk menjadi jingle iklan mereka. Belum lagi saat 500 Days of Summer juga memasukkan lagu ini ke dalam filmnya, kini khalayak mengenal sosoknya yang sering dikira orang Filipina ini. Alhasil, lagu tersebut pun berhasil memenangkan sejumlah penghargaan bergengsi di ajang Grammy-nya Australia, ARIA Awards.

Hingga kini, bersama teman-teman seperjuangan yang ikut membentuk The Temper Trap, Dougy sudah pindah dari Australia ke Inggris untuk memperlebar karir mereka lewat berbagai karya dalam album keduanya yang juga berjudul The Temper Trap ini.

Yang terbaru, anda yang ngefans sama musik EDM harus mendengar langsung suara Dougy dalam lagu Wasted Love racikan DJ terkemuka Steve Angello. Steve Angello secara langsung memilih Dougy yang suaranya memiliki sentuhan opera yang nge-rock agar dapat mengawinkan musik dance dengan indie.

fShare
8