5022

GoldenLovers, Di era internet dan gawai seperti sekarang ini, industri radio masih tetap bertahan. Radio tak akan mati meski televisi dan internet menyerbu tanpa henti. Radio tetap menunjukkan eksistensinya sendiri dan terus berinovasi karena Radio adalah media yang bisa dinikmati walau kita sedang beraktivitas.

Setiap radio memiliki jenis dan segmentasi pendengarnya sendiri. Ketika persaingan semakin tinggi dalam perkembangan industri penyiaran radio dimasa sekarang ini, umumnya stasiun radio siaran akan memprioritaskan calon penyiarnya yang memiliki dedikasi dan komitmen yang tinggi terhadap dunia penyiaran radio. Selain itu diharapkan memiliki kualitas yang optimal.

Penyiar radio (juga dikenal sebagai presenter radio) menurut Wikipedia adalah petugas penyiaran radio yang menyiarkan suaranya melalui transmisi radio. Bagi pengelola stasiun radio, penyiar adalah ujung tombak dalam penyajian program ‘on-air’ yang sesuai dengan format radio yang telah ditetapkan oleh stasiun radio yang bersangkutan.

Mengingat dewasa ini menjadi penyiar radio tak hanya sebagai sebatas profesi yang orientasinya hobby namun juga dapat menghasilkan profit sebagai penghasilan utama. Banyak yang ingin menjadi penyiar radio. Maka, ada beberapa hal yang perlu dimiliki sebelum seseorang memutuskan menjadi penyiar radio yang baik.

1. Ekspresif

Terinspirasi dari quotes “Public speaker yang hebat adalah orang yang ekspresif”. Kita dituntut ekspresif saat bersiaran. Dengan cara apa? Dengan vocal expression yang baik. Seorang penyiar harus bisa membuat pendengarnya terbawa dalam suasana yang diciptakannya, dan menyentuh perasaan pendengar. Bahkan penyiar yang ekspresif dan mampu memainkan vocal expression dengan baik akan sanggup mempengaruhi pendengarnya. Di sini, seorang penyiar juga memiliki character expression. Di antaranya romantic, mellow, cheers, unique, friendly, dan relax.

2. Antusias

Saat bersiaran, kita tunjukkan antusiasme pada pendengar. Antusiasme dan keceriaan, itulah yang diperlukan penyiar. Meski kita sedang sedih, cemas, gusar, patah hati, atau menunggu sesuatu yang tak pasti, pendengar takkan peduli. Mereka ingin mendengarkan penyiar yang ceria dan penuh semangat.

3. Smiling Voice

Nada suara bersahabat dan menggambarkan seolah sedang tersenyum diperlukan oleh penyiar. Pendengar menyukai penyiar yang bersahabat. Gunakan smiling voice dengan tulus, sama seperti kita tersenyum tulus pada seseorang yang berbicara di hadapan kita. Sekali pun kita hanya bisa menyapa pendengar di udara, sapalah dan tersenyumlah pada mereka dengan tulus.

4. Punch Line

Istilah punch line mungkin tidak asing di dunia stand up comedy. Saat bersiaran pun, penyiar beberapa kali menyelipkan punch line untuk menggugah perasaan pendengar. Punch line tak harus lucu, yang penting kalimatnya dapat menimbulkan efek twist atau minimal membuat pendengar perasaannya terbawa.

5. Theatre of Mind

Theater of Mind adalah panggung pikiran, keunikan penyiar dalam menyampaikan materi siaran sehingga pendengar bisa membayangkan kata-kata yang disampaikan oleh penyiar. Pendengar bisa berimajinasi akan seorang penyiar yang sedang berbicara. Seorang penyiar yang baik akan mampu membawa pendengarnya dalam sesuatu yang ia jelaskan.

BACA JUGA:
Radio, Andalan Info Gempa Saat Tiada Sinyal Ponsel

6. Kreatif

Menjadi penyiar, memerlukan kreativitas tinggi. Penyiar harus memiliki ide-ide baru yang segar dan kreatif. Penyiar yang dapat bertahan lama karena kreativitasnya dan karakter yang dimilikinya. Semakin unik dan tak biasa seorang penyiar, semakin ia lama bertahan di dunia broadcasting.

7. Out of The Box

Berpikir di luar kotak. Berpikir dengan sudut pandang yang berbeda. Berpikir pada jalur yang tak biasa. Kualifikasi out of the box diperlukan saat kita membuat punch line, jokes, humor, atau melempar topik pada pendengar. Kita bukan mencari pertanyaan yang lucu, melainkan pertanyaan yang memungkinkan jawabannya yang banyak dan lucu dari pendengar. Saat itulah pemikiran di luar kotak sangat diperlukan.

8. Team Work

Dalam industri radio, ada elemen lain yang bekerjasama untuk menciptakan sebuah radio dengan program-program bagus dan konten menarik. Penyiar tidak bekerja sendiri. Ada music director, produser, script writer, dan masih banyak lagi elemen lain yang membantu suksesnya sebuah radio. Maka dari itu penyiar harus bisa bekerjasama dalam tim.

9. Berwawasan Luas

Penyiar yang memiliki wawasan luas akan mendapat nilai plus. Setidaknya kita harus tahu isu terkini, hal-hal yang tengah menjadi trend, dan lagu-lagu yang sedang hits. Penyiar dituntut menyampaikan konten yang baru, fresh, dan aktual pada pendengar.

10. Simpati dan Empati

Penyiar yang baik mesti memiliki simpati dan empati yang tinggi terhadap suatu masalah. Kita ambil contoh saat seorang penyiar membawakan program kemanusiaan secara onair atau dalam bentuk liputan. Itu memungkinkan penyiar berinteraksi dengan banyak pendengar yang mempunyai masalah atau yang sedang mendapat masalah. Saat itulah penyiar menunjukkan simpati dan empatinya.

11. Sabar

Last but not least, kita harus menjadi pribadi yang sabar saat memutuskan menjadi penyiar. Mengapa? Ada kalanya seorang penyiar membutuhkan kesabaran. Sabar menghadapi pendengar yang berbuat aneh-aneh, sabar mendengarkan orang lain, sabar menghadapi rekan penyiar yang lain yang mungkin saja sikap dan tingkah lakunya berseberangan dengan kita, dan sabar menghadapi para haters.

Masukan dari masyarakat bisa berupa koreksi, cemooh atau makian, bahkan pujian yang akan mengajarkan kita menjadi penyiar yang baik. Selain itu untuk menjadi penyiar profesional jangan pernah bosan untuk mempelajari apapun dan jangan alergi terhadap bidang apapun.

Berusahalah untuk menguasai banyak hal seperti bidang politik, ekonomi, hukum, gaya hidup, dan lain-lain. Kuncinya “Yang penting banyak tahunya, meskipun tidak mengetahui terlalu mendalam satu bidang tertentu layaknya seorang pakar”.

Itulah beberapa hal yang dimiliki seorang penyiar radio. Sekarang, putuskanlah. Mau jadi penyiar atau pendengar?

fShare
29