GoldenLovers, Menjalani pekerjaan yang membuat Anda merasa terperangkap bisa menjadi hambatan pada perkembangan karier Anda. Kondisi ini pun membuat Anda jadi malas bangun pagi untuk memulai aktivitas. Hati-hati, jika terus dibiarkan,maka bisa menyebabkan penurunan kinerja yang memengaruhi kesempatan memperoleh promosi jabatan.

Kebanyakan orang tentunya menginginkan memiliki karier yang panjang dan cepat berkembang. Namun, tak sedikit orang yang sulit mewujudkannya dan menyadari kesalahan yang mengakibatkan karier berjalan di tempat.

Menurut seorang SDM Manajer danpenulis buku The People Manager's ToolKit, Karen Gately, terhalangnya promosi dalam karier professional disebabkan oleh sikap dan kebiasaan karyawan itu sendiri.

"Banyak karyawan yang menyepelekan fungsi dari menciptakan citra diri dan bagaimana tindakan yang mereka lakukan merusak hal itu," jelas Gately.

"Membangun reputasi diri yang positif bisa memengaruhi persepsi orang terhadap diri Anda. Orang lain akan menilai potensi Anda," imbuhnya.

Gately mengungkapkan beberapa kesalahan yang sering dilakukan karyawan yang membuat karier sulit maju:

Kebiasaan Berpikir Negatif

Gately menjelaskan, karyawan harus berhenti mengeluh atas tanggung jawab yang diberikan. Ingat, perusahaan mempekerjakan Anda untuk membantu dan memudahkan pekerjaan atasan dan tim kerja.

"Apabila Anda selalu mengeluh soal hambatan dan mencari-cari alasan, maka ini berarti Anda tidak memiliki kemampuan dalam menyelesaikan masalah," imbuhnya.

BACA JUGA:

Karyawan yang selalu mengeluh dan protes tanpa alasan jelas, kata Gately, membuat perusahaan akan menilainya sebagai sumber masalah. Sikap yang seperti ini tidak merugikan masa depan Anda. Lakukan intropeksi diri dan mulai belajar untuk menerima sekaligus menyelesaikan rintangan yang menghambat pekerjaan Anda.

Egois dalam Mengambil Keputusan

Kebanyakan karyawan merasa lebih nyaman melakukan dan menyelesaikan pekerjaan seorang diri tanpa intervensi dari siapa pun. Sikap ini tentunya memberikan dampak negatif. Pasalnya, kebanyakan perusahaan beroperasional dengan rangkaian tim kerja yang saling berkaitan satu sama lain.

"Sikap cuek banyak ditemukan pada karyawan dengan posisi tinggi di perusahaan. Seorang atasan harus mengingatkan diri sendiri bahwa semua keputusan memengaruhi kinerja bawahan dan tim kerjala innya," urainya.

Semua karyawan, menurut Gately, tak terkecuali atasan wajib memusatkan perhatian pada kontribusi masing-masing ke perusahaan. Satu hal yang harus diingat oleh Anda yang sekarang memimpin tim kerja bahwa kesuksesan Anda hasil kerja bersama dan bukan kinerja tunggal.

"Anda harus bisa melihat dan menyadari pengertian dari kesuksesan kolektif," pungkasnya.

Memilih Diam

Diam tidak selalu emas. Anda juga harus bisa mengungkapkan ide dan masalah yang Anda miliki dengan tutur bahasa yang baik.

"Banyak orang yang memilih diam, meskipun memiliki banyak opini, ide, dan hasil observasi," ungkapnya.

Inisiatif, kata Gately, merupakan salah satu sifat diri yang dilihat oleh perusahaan terhadap karyawannya. Sebab,ide dan masukan yang positif bisa menginspirasi orang lain untuk melakukan hal serupa.

"Salah satu cara untuk mengungkapkan opini profesional adalah harus bisa mengenyampingkan emosi dan penilaian personal. Argumen Anda harus rasional dan siapkan juga beberapa opsi solusi. Cara ini merefleksikan bahwa Andan punya kemampuan seorang pemimpin,"urainya.

Tidak Percaya Diri

Kathy Caprion, Personal CareerCoach, menganjurkan agar Anda juga mencoba peruntungan di luar perusahaan Anda. Dia mengatakan bahwa cara ini bisa membuat Anda mengetahui potensi diri dan bagaimana reaksi perusahaan lain terhadap pengalaman sekaligus kemampuan Anda. Hal yang demikian, sebut Caprion,efektif untuk meningkatkan rasa percaya diri Anda.