GoldenLovers, Facebook telah menghadapi berbagai skandal dalam beberapa tahun belakangan. Namun, kontroversi dan kemarahan yang muncul akibat skandal Cambrdige Analytica merupakan tantangan terbesar yang harus dihadapi oleh Facebook.

CEO Mark Zuckerberg bahkan harus datang ke Washington D.C untuk menyampaikan kesaksiannya di hadapan para regulator terkait privasi data dan berbagai masalah lainnya.

Sementara itu, sejak skandal Cambridge Analytica muncul ke permukaan beberapa minggu lalu, muncul sebuah gerakan bawah tanah yang mendorong pengguna untuk menghapus akun Facebook mereka.

Hingga saat ini, Anda mungkin sudah melihat tagar DeleteFacebook di beberapa platform media sosial lain. Ironisnya, tagar tersebut juga ada di Facebook sendiri.

BACA JUGA:

Menurut laporan BGR, minggu lalu, Zuckerberg mengatakan bahwa tidak ada penurunan pengguna yang signifikan. Namun, survei baru dari Creative Strategies mengklaim bahwa 9 persen dari masyarakat Amerika mungkin telah menghapus akun mereka.

"Privasi itu penting bagi panelis kami," tulis laporan Creative Strategies, seperti yang dilaporkan oleh TechPinions. "Tiga puluh enam persen mengatakan bahwa mereka sangat peduli akan privasi dan 41 persen mengatakan mereka cukup peduli.

"Tingkah laku mereka di Facebook berubah karena kepedulian mereka atas privasi. Tujuh belas persen menghapus aplikasi Facebook dari ponsel mereka, 11 persen menghapusnya dari perangkat lain dan 9 persen menghapus akun Facebook mereka sepenuhnya.

"Orang-orang ini mungkin tidak akan membuat Facebook khawatir. Namun, ada langkah lain yang pengguna ambil yang bisa memengaruhi bisnis model Facebook secara langsung."

Di Amerika Serikat, total pengguna Facebook mencapai 214 juta orang. Meskipun terdengar kecil, 9 persen dari total pengguna di AS mencapai 19,2 juta orang. Belasan juta orang itu telah menghapus akun mereka hanya dalam waktu beberapa minggu belakangan.