GoldenLovers, Kisah tragis yang dialami oleh Adelina Sau menjadi sorotan publik. Adelina merupakan Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal NTT yang bekerja di Penang, Malaysia. Adelina diperlakukan secara tidak layak oleh majikan tempatya bekerja.

Ia disiksa dan dipaksa tidur bersama seekor anjing Rottweiler. Pada Sabtu (10/2), seorang jurnalis melaporkan kondisi Adelina kepada anggota dewan Bukit Mertajam, Steven Sim Chee Keong. Salah satu asisten Steven Sim, Por Cheng Han, melihat Adelina terduduk lemas dengan tubuh penuh luka.

Perempuan berusia 21 tahun itu lalu dilarikan ke Rumah Sakit Penang, Malaysia. Namun, pada Minggu (11/2), nyawa Adelina sudah tidak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia. Dan inilah sejumlah fakta terkait meninggalnya Adelina Sau, sebagai berikut:

1. Adelina disiksa dan kekurangan gizi

Adelina diduga tewas karena disiksa oleh majikannya di Penang, Malaysia. Tidak hanya disiksa, dari hasil pemeriksaan, diduga penyebab Adelina meninggal adalah kekurangan gizi.

"Hari ini tim perlindungan WNI sudah diberikan kesempatan melihat jenazah dan sudah bertemu dokter forensik. Keterangan sejauh ini benar ada luka-luka tapi masih ditelusuri penyebabnya, kemungkinan meninggal dunia karena malnutrisi selama 1 bulan terakhir," ujar Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Kemlu, Lalu Muhammad Iqbal.

BACA JUGA:

2. Terdapat bekas luka gigitan anjing

Menurut salah seorang saksi, sudah sebulan terakhir Adelina disiksa dan dipaksa tidur di teras rumah dengan anjing. Sementara Pejabat kepolisian Penang, Nik Ros Azhan Nik Abdul Hamid menyebut, ada pembengkakan di kepala dan wajah serta luka di tangan dan kaki Adelina.

Walau ada bekas luka, hasil pemeriksaan sementara tidak ditemui bekas-bekas penganiayaan, pemukulan, dan luka dalam. Penyebab luka di tangan kanan diperkirakan bekas gigitan binatang dan tangan kiri akibat air keras. Binatang tersebut bisa jadi adalah anjing. Pasalnya menurut pengakuan tetangga majikan, Adelina telah sebulan tidur di teras bersama seekor anjing Rottweiler.

Adelina tidur di teras bersama anjing (Foto: Dok. Istimewa)

3. Adelina meninggal karena anemia

Berdasarkan laporan pakar forensik RS Sebrang Jaya Malaysian, kematian Adelina disebabkan oleh anemia dengan hemoglobin 3,6 (normal 12-15) dan malnutrisi 43 kg BMI 16 (normal 18). Penyakit tersebut muncul akibat pembiaran yang dilakukan majikan lebih dari satu bulan. Tak cuma itu, di tubuh Adelina juga terdapat bekas luka akibat air keras dan gigitan anjing yang tak diobati.

4. Ucapan terakhir Adelina sebelum meninggal

Adelina hampir tidak mengucapkan sepatah kata pun, termasuk ketika dirinya hendak diselamatkan. Hal tersebut karena kondisinya yang kian melemah dari hari ke hari.
Polisi belum sempat menarik keterangan dari Adelina karena TKW asal NTT itu trauma berat dan ketakutan. Adelina mengembuskan nafas terakhir tanpa memberikan kesaksian atas kekejian yang menimpanya.

Dari seorang sumber di Penang, Malaysia, hanya mengetahui Adelina mengatakan satu kata ketika ditanya polisi, yaitu: "balik...".

"Polisi bertanya kepada dia, 'apa yang kamu inginkan?' Adelina menjawab 'balik..' hanya itu," kata sumber yang tidak ingin disebut namanya, Selasa (13/2).
Kata tersebut merupakan ungkapan kerinduan Adelina terhadap rumahnya karena balik bisa berarti pulang.

Suasana rumah duka Adelina. (Foto: Dok. Atoin Anas)

5. Adelina sosok baik dan pendiam di mata keluarga

Di mata keluarga, Adelina adalah sosok yang baik. Adelina merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Sebelum ke Malaysia, Adelina tinggal bersama kedua orang tuanya di rumah yang berada di Desa Abi, Nusa Tenggara Timur.

"Dia pendiam, baik, rajin. Dia tidak terlalu tinggi, kulitnya sawo matang, rambutnya keriting, tapi tidak terlalu keriting," ujar Ambrosisu Kau, paman Adelina.

Menurut sang paman, Adelina juga merupakan sosok yang rajin beribadah di gereja. Ambrosius juga mengatakan, selepas pendidikannya di sekolah dasar, Adelina hanya beraktivitas membantu kedua orang tuanya. Ia tidak lagi melanjutkan pendidikannya.

"Dia kalau di kampung bantu bapaknya di sawah, kadang di kebun. Bantu masak-masak mama di rumah," sebut Ambrosius.