GoldenLovers, Untuk mencegah terjadinya konflik akibat perbedaan, DPD Garda NKRI melaksanakan dialog publik konflik sosial dengan tema 'Mencegah Terjadinya Konflik yang Diakibatkan oleh Perbedaan Pendapat di Tengah Masyarakat', pada Rabu, 25 April 2018 di Hotel J'Les Manado.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Garda Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Sulawesi Utara, Sumarlin Bahtiar didampingi Sekretaris DPD NKRI Sulut, Meikel Pontolondo dan Bendahara Seisy M Mongdong mengatakan, kegiatan digelar untuk menyatukan persatuan dan perbedaan itu adalah hal yang biasa dalam proses berdemokrasi.

"Walaupun kita merasa paling benar, tetapi kita tidak punya hak untuk mengklaim kelompok lain itu salah dan bahkan menurut saya perbedaan itu suatu kekuatan untuk menyatukan persatuan kita," ujarnya.

Dia berharap agar mahasiswa juga dalam menyikapi perbedaan pendapat dalam kelompok atau pun dalam ruang lingkup masyarakat harus saling menghargai dan menghormati satu sama lain.

BACA JUGA:

Ketua GP ansor kota manado, Rusli Abeng Umar saat menjadi pemateri kegiatan tersebut mengajak para mahasiswa untuk bangkit dengan melandaskan jiwa keberagaman dengan menghormati antar umat beragama dan memotivasi kebersamaan.

Katanya, ansor sudah membuktikan jalinan toleransi itu, dengan perbedaan semakin menguatkan keberagaman untuk saling menghormati antar umat beragama.

"Cara pandang radikalisme janganlah ada di Sulut khususnya dimanado," ungkapnya.

Lanjutnya, Ansor sampai saat ini tetap menjaga komitmen untuk menjaga toleransi antar umat beragama.

"Kita harus cerdas melihat berita Hoax yang tidak benar untuk mengadu domba antar umat beragama dan ini menjadi musuh kita selain radikalisme," kata dia.

Sementara itu melalui Kepala satuan bimbingan masyarakat Polresta Manado, Kompol Adi Wanto yang menjadi narasumber saat itu mengatakan,
berita Hoax memecah antar umat beragama oleh karena itu mari kita bersatu hindari berita Hoax yang menyesatkan.

"Mari kita bersatu menjaga toleransi dan menghindari radikalisme," jelasnya.

Katanya, saat ini pihak kepolisian setiap malam melakukan operasi minuman keras dengan setiap dibantu polsek diwilayah masing - masing.

"Dampak minuman keras sangatlah buruk, mulai dari perkelahian sampai pada tawuran antar kampung," ungkapnya.

Dia mengajak agar mahasiswa sebagai penerus bangsa untuk menghindari minuman keras yang berdampak buruk bagi masa depan maupun bangsa ini.

Ketua panitia, Nurul Halima Dwi Putri mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan satu hari dengan menghadirkan para mahasiswa dari berbagai kampus baik dari HIMSi , PMII metro Manado, LSBO, IAIN Manado, HMI MPO Manado, UTSU, Badan eksekutif mahasiswa politeknik Manado, BKPRMI Manado dan lainya.

"Kami sangat bersyukur kegiatan ini bisa sukses sampai selesai kegiatan," ujarnya.

Dia berharap agar mahasiswa maupun peserta yang hadir bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk menjaga keutuhan NKRI.