GoldenLovers, Hasil survei sejumlah lembaga yang mengunggulkan elektabilitas Presiden Joko Widodo tidak mengejutkan. Sebab, sudah banyak hal yang dilakukan Jokowi selama menjabat.

"Kami tidak terkejut. Sebab, sudah banyak infrastrukstur yang dibangun pemerintah hingga ke pelosok perbatasan. Dan, hasilnya bisa dirasakan masyarakat," kata juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedek Prayudi dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 25 April 2018.

Pria yang akrab disapa Uki tak heran elektabilitas Jokowi melejit. Sebab, 30 Proyek Strategis Nasional (PSN) sudah rampung, di antaranya jalan tol, bandara, pelabuhan, dan bendungan. Seluruh hasil pembangunan infrastruktur ini memberikan angin segar bagi roda perekonomian setempat dan nasional.

BACA JUGA:

Jokowi juga dinilai membawa berbagai perbaikan kepada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Ia mencontohkan turunnya angka kemiskinan dari 11,25 persen pada 2014 menjadi 10,12 persen pada 2017. Tingkat inflasi ditekan dari 8,5 persen (2014) menjadi 3,5 persen (2017).

"Sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga mengalami peningkatan yang signifikan dari 68,9 pada 2014 menjadi 70,8 pada 2017," kata Uki.

Menariknya, kata Uki, kenaikan IPM yang paling tajam terjadi di Indonesia bagian timur, seperti Provinsi Papua, Papua Barat, dan Gorontalo. Padahal, lebih dari 60 persen penduduk Indonesia berada di Pulau Jawa dan Bali.

"Kalau Presiden Jokowi hanya mementingkan efek elektoral, pembangunan Indonesia Timur tidak akan secepat itu," katanya.

Seperti diketahui, seluruh survei menyebut Jokowi masih unggul dibandingkan kandidat lain. Terakhir, Litbang Kompas merilis hasil survei yang menyebut elektabilitas Jokowi menjauhi pesaing utamanya Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto. Elektabilitas Jokowi mencapai 55,9 persen, sedangkan Prabowo menurun ke level 14,1 persen.

Sebelumnya, awal Januari 2018, SMRC juga mengindikasikan tren peningkatan elektabilitas Jokowi. Sebaliknya, tren elektabilitas Prabowo dan calon potensial lain semakin menurun dari waktu ke waktu.

Contoh lain, Populi Center yang melakukan survei dengan simulasi sembilan nama pada Oktober 2017. Hasilnya, elektabilitas Jokowi mencapai 48,3 persen, jauh mengungguli Prabowo yang elektabilitasnya hanya 26 persen.

Lembaga survei lain, Poltracking, bahkan mencatat selisih yang lebih jauh di antara dua kandidat, yakni 57,6 persen untuk Jokowi dan 33,7 persen untuk Prabowo pada September 2017.