GoldenLovers, Keceriaan awalnya mewarnai rombongan sekolah Taman Kanak-Kanak dan Pendidikan Usia Dini Ananda Purworejo, Jawa Tengah, Sabtu (10/3/2018) pagi. Anak-anak dan ibunya menjajal tank dari Batalyon Infanteri Mekanis 412/Divisi II Kostrad.

Ada 20 orang dalam tank, 3 di antaranya personel tentara yang mengendalikan tank. Kendaraan perang itu bergerak menuju sungai Bogowonto, Purworejo. Tank M-113 memang dirancang bisa bertahan di air alias amfibi.

"Saya tidak tahu kenapa, tadi anak saya terlihat senang sekali. Dia mengaku bahagia bisa naik tank pertama kali, dia juga naik di depan sendiri dekat sopir tank," ujar Ana Rahayu, yang menemani anaknya, Anindia Fauziah, dikutip dari Detikcom.

Tiba-tiba mesin tank mati. Tank pun langsung menukik ke bawah sungai. Keceriaan berubah menjadi teriakan panik.

"Saya spontan peluk anak saya dan melambai-lambai ke atas minta tolong karena saya tidak bisa berenang," kata Ana.

Semua anak-anak selamat, termasuk Anindia. Tetapi, malang tak dapat ditolak mujur tak dapat diraih. Dua orang meninggal, yaitu Pratu Randi Suryadi dan guru pengasuh Paud Ananda, Iswandari.

BACA JUGA:

Keduanya meninggal bukan di tempat kejadian. Pratu Randi dan Iswandari berusaha sekuat tenaga menyelamatkan anak-anak, malah akhirnya meninggal karena terbawa arus Sungai Bogowonto.

Rombongan PAUD Ananda turut dalam program outbond yang melibatkan tiga unit tank angkut personel M-113. Sekolah lain juga turut dalam program ini seperti TK Masitoh, TK Siswi, Paud Lestari, dan Paud Handayani.

Anak-anak lalu diajak naik tank ke Sungai Bogowonto menggunakan tiga unit M113A1. Setiap tank dinaiki kurang lebih 20 penumpang. Rombongan atau kloter pertama selamat, tidak mengalami insiden apa pun.

Kecelakaan terjadi pada giliran kloter kedua, sekitar pukul 10.15, saat sebuah tank terperosok masuk ke Sungai Bogowonto.

M-113 merupakan mesin peran legendaris yang tetap dipakai sejak 1956 sampai sekarang. TNI AD mendapat 100 unit M-113 bekas pakai tentara Belgia sejak 2014. Beberapa varian yang masuk ke Indonesia adalah M-114A1-B-FUS dan M-113A1-B-Gn.

Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat menyatakan tank atau kendaaran tempur (ranpur) yang celaka di Sungai Bogowonto, Purworejo tidak menyeberangi Sungai, melainkan hanya berputar di pinggiran saja.

"Akibat kondisi tanah yang tidak kokoh sehingga Ranpur miring, amblas dan terperosok menyebabkan sebagian penumpang Ranpur terjatuh, hanyut terbawa derasnya aliran sungai dan tidak terselamatkan," kata Kepala Penerangan Kostrad Letkol Inf Putra Widyawinaya dikutip dari Detikcom.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigadir Jenderal Alfred D Tuejeh mengatakan sangat prihatin terjadinya musibah itu. "Penyelidikan sebab musabab peristiwa itu langsung kami gelar di lokasi kejadian dan hal-hal lain terkait," kata Alfred melalui Antaranews.