GoldenLovers, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta agar tempat-tempat ibadah sebaiknya diisi dengan ceramah-ceramah keagamaan yang menyejukkan dan tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

Karena itu, pihaknya telah mengeluarkan 9 seruan ceramah agama yang memuat antara lain penceramah harus memiliki pengetahuan keagamaan yang memadai dan bersumber dari ajaran pokok agama, hingga materi yang tidak bermuatan kampanye politik praktis dan/atau promosi bisnis.

"Saya sebagai Menag mengeluarkan seruan, bagaimana agar ceramah keagamaan betul-betul mampu mengembalikan esensi agama kepada ajaran agama sesungguhnya," ujar Lukman di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (18/4).

BACA JUGA:

Lukman menyoroti tempat ibadah yang kerap dijadikan kampanye politik lewat dakwah sehingga memicu perpecahan. Padahal, agama menjadi salah satu faktor yang merekatkan kehidupan masyarakat agar tetap rukun dan damai.

Karena itu Kemenag terus melakukan sosialisasi ke Kantor Wilayah (Kanwil) di setiap Provinsi, Kabupaten/Kota dan bekerja sama dengan FKUB untuk terus menjaga tempat ibadah masing-masing.

"Dan karena itu rumah ibadah kita jaga kesuciannya jangan sampai digunakan oleh pihak yang terbatas pengetahuannya atau memang ada maksud tertentu untuk membenturkan antarumat beragama yang memang tidak sama keyakinannya ini dengan kendaraan politik dengan cara mempolitisasi nilai agama," jelasnya.

Namun, seruan tersebut tidak hanya berlaku bagi penceramah tetapi pengelola tempat ibadah. Dengan demikian, pengelola tempat ibadah juga sebaiknya menindak oknum penceramah yang isi ceramahnya mengadu domba, menebar fitnah, dan memprovokasi masyarakat menemukan.

Lukman menyarankan pengelola tempat ibadah menunjuk atau menggunakan para penceramah yang baik dan tidak menimbulkan kontrovesi dan konflik.

"Jadi seruan itu tidak hanya bagi para penceramah, bagi para pengelola tempat ibadah itu tapi bagi masyarakat secara keseluruhan. Masyarakat hendaknya juga berpartisipasi proaktif," pungkasnya.

Loading...
loading...
loading...