GoldenLovers, Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Steven Kandouw menegaskan bahwa akun Facebook (FB) atas nama Steven Kandouw yang beredar di media sosial tersebut itu bukan akun pribadi miliknya.

Penegasan orang nomor dua di Sulawesi Utara tersebut saat tatap muka dengan awak media di ruang rapat Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Jumat (11/5/2018).

"Sampai saat ini saya tidak pernah ada akun Facebook (FB), apalagi media sosial (medsos) lainnya. Ada orang mencatut-catut nama saya di akun halaman Facebook dan itu bukan akun halaman Facebook saya," ujarnya

Kandouw heran dengan orang seperti itu yang tidak bertanggungjawab. Semua postingan di akun halaman Facebook tersebut bukan dirinya yang memposting berita-berita tersebut dan akun halaman Facebook tersebut hoax.

BACA JUGA:

Menurutnya, penyebaran berita hoax terhadap Gubernur Olly Dondokambey ternyata masif dan terstruktur.

"Memang diakuinya ada kelompok yang tidak suka akan kepemimpinan kami dan melakukan penyebaran berita hoax ditujukan kepada saya (Steven Kandouw)," jelasnya.

"Berita Hoax atau palsu dengan memakai nama Steven Kandouw di Facebook bertuliskan BASOKA FOR 2021, ternyata saya lihat dan telusuri ada kelompok yang sama yang mengeluarkan hoax kepada Gubernur, tapi saya tidak akan goyah dan tetap loyalitas terhadap pak Gubernur Olly Dondokambey," lanjut Kandouw.

Ia menyebutkan BASOKA itupun bukan dirinya yang bentuk, tapi simpatisan yang tujuannya untuk pemenangan dan pengamanan rekomendasi partai di Minahasa.

"Jadi saya tertawa saja, dengan kata lain, pak Gubernur Olly masih memikirkan konsentrasi dengan kerja, kerja dan kerja, tapi orang-orang ini sudah memikirkan 2021 dan ini ketahuan mereka terpancing dan biar saja rakyat yang menilai orang-orang ambisinya sudah tak tertahan," ujarnya.

"Demi ambisi mengorbankan dan memakai segala cara, rakyat harus lawan dan prinsipnya kita tidak gentar dan saya tetap pasang badan untuk pak Gubernur," tambahnya.

Dirinya menyampaikan bahwa BASOKA tetap untuk pemenangan R3D dan Gubernur masih tetap konsentrasi pada kerja dan kerja, karena masih banyak agenda dari OD-SK yang membutuhkan perhatian terutama untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulut.

"Orang yang memikirkan tahun 2021 itu bukan negarawan tapi orpotunis yang mengejar kekuasaan dan harus kita lawan," pungkas mantan ketua DPRD Sulut itu.