GoldenLovers, Setelah diawali rumor dan spekulasi dalam beberapa bulan terakhir, WhatsApp akhirnya resmi meluncurkan pembayaran digital peer-to-peer. Fitur baru aplikasi milik Facebook bernama WhatsApp Payments ini berjalan dalam satu ruang.

Jadi, seperti dilansir India Today, fitur ini akan memungkinkan para pengguna WhatsApp untuk mengirim dan menerima uang dari dan ke dalam aplikasi pengguna lainnya. Untuk sementara, Facebook memulai pengujian fitur versi beta di India dan tersedia untuk pengguna Android maupun iOS.

WhatsApp telah bermitra dengan beberapa bank di India, termasuk State Bank of India, ICICI Bank, HDFC Bank, Axis Bank, Yes Bank, dan Airtel Payments untuk mewujudkan fitur pembayaran. Namun pengguna belum bisa melakukan transaksi dengan merchant pihak ketiga.

Dalam praktiknya, WhatsApp mendukung UPI (Unified Payment Interface). Antarmuka tersebut akan memungkinkan WhatsApp melakukan transaksi dengan dukungan bank-bank yang telah menjadi mitra.

Pengujian beta di India menunjukkan bahwa fitur WhatsApp Payments berjalan baik di atas tampilan antarmuka pengguna WhatsApp.

Bagaimana cara kerjanya dan menggunakannya? Berikut adalah cara penggunaan WhatsApp Payments seperti dilansir dari Livemint.

Dua pihak pengguna yang hendak bertransaksi harus mengikuti program beta dan memasang (install) WhatsApp versi terbaru (iOS dan Android). Setelah itu, mereka mendapatkan akses ke fitur baru dan akan melihat fitur pembayaran muncul di menu pengaturan WhatsApp.

BACA JUGA:

Para pengguna akan diarahkan untuk melakukan konfigurasi fitur tersebut dengan melakukan verifikasi terlebih dulu nomor ponsel melalui SMS dan memilih bank tujuan.

Opsi memilih pembayaran kemudian akan tersedia dari layar depan WhatsApp, di area pengguna melakukan bagikan foto, video, file, kontak, atau lokasi ke dalam sesi obrolan.

Selanjutnya; pilih kontak yang hendak dikirimi uang, pilih akun bank Anda dan penerima, masukkan nominal uang, masukkan pin UPI, lantas uang Anda akan terkirim secara virtual. WhatsApp Payments mendukung transaksi ke lebih dari 70 bank di India.

Semua transaksi Anda akan terekam pada opsi "history" di WhatsApp Payments. Karena masih dalam bentuk beta, bisa jadi fitur ini akan dikembangkan lebih jauh untuk fungsi yang lebih banyak ketika diresmikan untuk publik luas.

Namun belum diketahui kapan WhatsApp Payments tersedia di negara lain, termasuk di Indonesia.

Mengapa di India?

India adalah target sempurna untuk sebuah platform digital baru. Negara ini memiliki pengguna WhatsApp paling banyak di dunia, 200 juta. Menurut Pressreader, WhatsApp lebih populer daripada Facebook di India karena beberapa alasan --salah satunya jaringan bandwith yang buruk.

Artinya, sistem pembayaran di aplikasi Messenger Facebook tidak dapat diakses oleh orang India. India juga lebih terbuka dibanding Tiongkok yang memiliki populasi pengguna internet terbesar, 750 juta orang, tetapi pasar ekonominya relatif tertutup.

India sebenarnya juga memiliki beberapa tingkat proteksi, tapi negara ini lebih mudah menerima perusahaan dari luar.

Faktor lainnya adalah negara ini dilaporkan sedang mengalami peningkatan yang luar biasa dalam hal pembayaran mobile. Maklum pemerintah India mengumumkan rencana untuk menghapus uang kertas sebagai cara mencegah penghindaran pajak dan pemalsuan pajak pada 2016.

Layanan pembayaran digital sebenarnya bukanlah hal baru di India. Justru dengan peluncuran WhatsApp Payments (beta), jalan bagi WhatsApp pun terbuka agar bisa bersaing dengan para pemain lama --salah satunya adalah M-Pesa.

M-Pesa meluncur di India pada 2013. M-Pesa adalah layanan pengiriman uang, pembiayaan, dan microfinancing berbasis ponsel yang diluncurkan Vodafone untuk Safaricom dan Vodacom --jaringan operator terbesar di Kenya dan Tanzania.

Layanan ini telah digunakan lebih dari 8,4 juta orang di India. Pada pertengahan tahun lalu, layanan tersebut telah berhasil membangun sekitar 130.000 gerai di seluruh India, baik di kota-kota besar dan semakin banyak di daerah pedesaan.

Saat ini, M-Pesa telah digunakan di seluruh negara berkembang seperti Afghanistan, Kenya, India, Afrika Selatan, dan Tanzania.

Menurut Reserve Bank of India pada Januari 2016, India mencatat lebih dari 262 juta transaksi senilai lebih dari US $1,3 miliar (Rp17,7 triliun) untuk layanan pembayaran digital, dibandingkan dengan 100 juta transaksi pada Oktober 2015.

Loading...
loading...
loading...