GoldenLovers, Ada satu kejutan di Pulau Pahawang, Lampung. Rekor MURI tercipta atas nama Bank BRI Bandar Lampung karena telah menempatkan ATM (Anjungan Tunai Mandiri) di dasar laut Pulau Pahawang. Tiga buah mesin ATM benar telah berada di dasar laut.

MURI pun mencatat bahwa Bank BRI sebagai bank pertama yang menenggelamkan mesin ATM sebagai penunjang wisata di bawah laut. Ini adalah cara yang anti mainstream untuk menarik wisatawan datang ke Pulau Pahawang.

Tetapi apresiasi atas rekor MURI tersebut, menuai pro kontra di kalangan warganet. Ada yang memuji, tapi aja juga yang berkomentar miring. Bank BRI melakukan aksi yang menuai pro kontra setelah menenggelamkan 3 mesin ATM di dasar laut Pulau Pahawang.

MURI menyebutkan bahwa Bank BRI adalah bank pertama yang menenggelamkan mesin ATM ke dasar laut sebagai penunjang wisata. Bank BRI Wilayah Bandar Lampung ini meletakkan 3 buah mesin ATM di dasar laut Pulau Pahawang yang kegunaannya untuk spot foto wisatawan.

BACA JUGA:

Pahawang adalah destinasi wisata dengan pasir putih dan terumbu karang indah di bawah laut. Harapannya, wisatawan pun tertarik datang ke sana dan meningkatkan perekonomian warga sekitar. Hal ini tentu menjadi buah bibir warganet dan menimbulkan pro kontra di dunia maya.

Banyak pihak beranggapan bahwa menenggelamkan mesin ATM bakal merusak lingkungan. Benarkah demikian?

Walhi Lampung pun juga meminta agar ATM ini ditarik kembali dari dasar laut karena dianggap akan merusak ekosistem bawah laut Pahawang. Peletakan ATM di dasar laut selain merusak ekosistem juga menjadi sampah lautan.

Sebenarnya, ATM tersebut bisa menjadi medium terumbu karang untuk tumbuh. Di ATM itu sendiri sudah dipasang media transplantasi karang.

Media transplantasi karang (travel.detik)

Meskipun banyak yang beranggapan negatif namun sejatinya tujuan penenggelaman ATM ini baik. Berawal dari keprihatinan banyaknya terumbu karang yang rusak akibat bom ikan dan juga aktivitas wisatawan, maka digagaslah ide transplantasi karang dengan media berbentuk ATM.

Jadi nantinya terumbu karang bakal tumbuh dan ikan pun bisa berlindung di fish shelter di balik mesin ATM ini. Metode seperti ini sudah banyak dilakukan di Bali, seperti di Pemuteran dan Nusa Penida. Kaya kapal karam yang pada akhirnya jadi media tumbuh terumbu karang.

Nah, dari penjelasan tadi, kira-kira menurut anda bagaimana? Setidaknya kalau mau pro atau kontra mesti ada alasan yang jelas. Jangan ikut-ikutan asal protes tapi nggak tahu fakta yang sebenarnya. Dan jangan pula asal setuju jika belum paham masalahnya. Ya semoga diambil keputusan terbaik untuk masalah ini. Satu hal yang pasti, wisata Pahawang harus tetap maju dan makin populer di kemudian hari.