GoldenLovers, Rupanya tidak hanya film Black Panther yang mendominasi box office. Album original soundtrack (OST) dari film garapan sutradara Ryan Coogler itu juga merajai tangga lagu.

Memasuki pekan keduanya (periode 15-22 Februari), Black Panther: The Album masih bertahan memuncaki tangga lagu Billboard 200. Album yang diproduseri oleh penyanyi rap Kendrick Lamar itu terjual sebanyak ekuivalen 131 ribu album--40 ribu di antaranya berupa album fisik.

Ini merupakan lanjutan prestasi pekan sebelumnya, ketika Black Panther: The Album terjual 154 ribu unit dan langsung memuncaki Billboard 200. Tangga lagu ini menghitung album terpopuler di Amerika Serikat dengan menggabungkan album tradisional (fisik, seperti CD, kaset, dan vinyl), jumlah penjualan per lagu, dan jumlah pengaliran musik (streaming).

Prestasi pekan kedua ini mengantar Black Panther: The Album menjadi penjualan terbesar pada pekan kedua untuk kategori soundtrack film, mengalahkan album The Fifty Shades of Grey yang terjual 165 ribu unit saat film itu dirilis pada 2015.

Rupanya, jarang-jarang album soundtrack sebuah film bisa berprestasi secara konsisten. Untuk tahun ini, Black Panther: The Album merupakan soundtrack kedua yang mampu memuncaki Billboard 200 lebih dari seminggu. Yang pertama adalah album tema The Greatest Showman, yang menjadi raja selama dua pekan.

Namun perjuangan Kendrick Lamar dan kawan-kawan masih panjang untuk mengalahkan prestasi Frozen (2014), yang menguasai tangga lagu Billboard selama 14 pekan.

Satu visi dengan filmnya

Prestasi ini merupakan wujud keberhasilan Kendrick Lamar dalam mengumpulkan musisi kulit hitam untuk mengisi soundtrack tersebut. Ada SZA, The Weeknd, Travis Scott, Ab-Soul, Anderson .Paak, Vince Staples, Rae Sremmurd's Swae Lee, dan Schoolboy Q untuk beraksi dalam album yang terdiri dari 14 lagu itu.

Tidak semua lagu yang ada pada album tersebut diperdengarkan dalam film Black Panther, namun 14 lagu itu terinspirasi dari cerita pada film pahlawan super tersebut.

Beberapa hari setelah dirilis, Lamar yang mengumpulkan lagu-lagu bersama Anthony "Top Dawg" Tiffith, berterima kasih pada para kolaborator.

"Respek pada para artis dan produser yang mengizinkan saya mengeksekusi musik dalam soundtrack ini," ujar lelaki bernama asli Kendrick Lamar Duckworth pada Hotnewhiphop (25/2/2018).

"Konsep memproduksi dan mengkomposisikan sebuah proyek selain album saya sendiri selalu menjadi hal yang ideal. Saya mengapresiasi pengalaman menyenangkan ini."

Konsep yang kuat merupakan salah satu penopang keberhasilan Black Panther: The Album. Album ini mampu berdiri sendiri, tak sekadar membantu promosi filmnya. Meski berdiri sendiri, albumnya tetap melengkapi sisi naratif dalam film yang masuk dalam Marvel Cinematic Universe itu.

Kesimpulannya, Lamar meresapi kisah Black Panther, tak sekadar mencari dan membuat lagu yang cocok dengan filmnya.

Penyanyi rap berusia 30 itu kerap berbicara dari perspektif berlawanan, dari sisi Raja Wakanda yakni T'Challa/Black Panther (diperankan Chadwick Boseman) dan tokoh antagonis Erik Killmonger (Michael B. Jordan), si tentara bayaran yang ingin balas dendam pada sang raja.

Seperti dalam bagian akhir "Black Panther" yang merupakan lagu pertama dalam album ini. Suara Lamar terdengar mengatakan, "Akulah T'Challa." Lalu di antara lagu "I Am" dan "Paramedic!" Lamar menyatakan, "Saya Killmonger. Inilah rumahku, California Utara."

Rupanya, Killmonger merupakan karakter favorit si rapper. "Saya sangat menikmati karakter Killmonger, bukan hanya karena ia penjahat, tapi ia punya alasan yang kuat. Ia memang jahat, tapi ia dicintai dan kurang dimengerti (oleh yang lain)," jelas penyanyi berjuluk K-Dot ini, dilansir dari Cinema Blend.

"Jika memungkinkan, saya akan bermain sebagai Killmonger," ujar Lamar. Entah dia bercanda atau tidak, tapi bisa saja ia akan muncul dalam sekuel Black Panther, meski kemungkinan besar tak akan memerankan Killmonger.

www.youtube.com/watch?v=JQbjS0_ZfJ0

www.youtube.com/watch?v=VwAnsAUYnw4

Loading...
loading...
loading...