GoldenLovers, Bunaken merupakan salah satu objek wisata terkenal di Manado, Sulawesi Utara. Namun, belakangan ini lokasi yang populer dengan keindahan taman lautnya tersebut tengah bebenah. Sejak Januari 2018, ada tiga ton sampah yang berhasil diangkut dari Balai Taman Nasional Bunaken.

BACA JUGA:

Rata-rata satu ton sampah tiap bulan tentu bukan jumlah yang sedikit, mengingat ini berdampak pada lokasi yang kotor dan kurang sedap dipandang. Untuk itu, bila dalam waktu dekat Anda ingin berlibur ke Manado, ada beberapa alternatif objek wisata yang bisa dikunjungi, sambil menunggu Bunaken bebas sampah.

Kuil Ban Hin Kiong

Pertama, Anda bisa mengunjungi Kuil Ban Hin Kiong yang dibangun pada masa Dinasti Qing (1644 - 1991). Ciri khas kuil ini adalah arsitektur Tiongkok klasik serta adanya hiasan di sisi-sisi kuil yang didominasi warna merah yang melambangkan pesan suci tentang penciptaan langit, bumi, dan manusia.

Pada bagian dalam kuil, ada altar dengan ornamen patung orang suci serta altar Tri Nabi Agung, yaitu Lao Tze, Buddha dan Kong Hu Cu. Anda juga bisa melihat dua buah meriam antik yang konon merupakan hadiah dari VOC.

Bila berkunjung pada saat perayaan Imlek, Cap Go Meh, dan Toa Peh Kong, Anda akan menyaksikan pertunjukan seperti Barongsai, Ince Pia (sejenis pertunjukan kekebalan tubuh), Pikulan (kereta yang didekorasi dengan simbol-simbol agama), dan Kuda Lo Cia.

Monumen Yesus Memberkati

Objek wisata lain di Manado adalah Monumen Yesus Memberkati di perumahan Citraland. Patung Yesus ini didirikan dengan tingkat kemiringan patung 35 derajat dengan gerakan kedua tangan terangkat ke atas, seperti sedang memberkati Kota Manado.

Monumen yang sering disamakan dengan Patung Cristo Redentor di Rio de Janeiro ini memiliki ketinggian 30 meter dan penopang patung setinggi 20 meter.

Tak mudah untuk mencapai tempat di mana patung ini berdiri. Anda harus berjalan melewati 200 anak tangga sebagai replika jalan salib, yang dibuat untuk menggambarkan penderitaan Yesus sebelum disalib. Museum Rekor Indonesia (MURI) memberikan penghargaan untuk replika jalan salib paling terjal.

Replika jalan salib ini dilengkapi 14 tempat perhentian dengan kisah Yesus menempuh perjalanan sulit dan menderita sambil memanggul salib.

Pulau Siladen

Untuk yang ingin bermain air sambil menikmati suasana pulau yang sepi, Anda bisa berkunjung ke Pulau Siladen. Anda bisa bersantai menikmati pasir putih yang lembut bagaikan tepung berhiaskan barisan pepohonan palem, sagu, serta kelapa yang membuat suasana pantai menjadi lebih sejuk.

Dari pulau ini, Anda juga bisa melihat pemandangan berupa laut lepas dan Pulau Manado Tua.

Belum puas? Cobalah berenang atau menyelam di Siladen Resort and Spa yang pernah jadi juara Best Dive Centre or Resort 2017 pilihan Dive Magazine, majalah diving kelas dunia. Ada dua titik selam yaitu Siladen dan Siladen Utara dengan kedalaman sekitar 20-50 meter.

Ketika menyelam, Anda akan melihat aneka terumbu karang dan beragam biota laut, seperti ikan kuda gusumi, oci putih, lolosi ekor kuning, goropa, dan ila gasi. Juga ada berbagai jenis moluska, seperti kima raksasa, kepala kambing, nautilus berongga, dan tunikates atau ascidian.

Pulau Manado Tua

Terletak bersebelahan dengan Taman Nasional Bunaken, Pulau Manado Tua juga tak kalah indahnya. Anda bisa mendaki puncak Gunung Manado Tua sambil melihat pemandangan sekitar dan menyaksikan kehidupan satwa liar dan satwa endemik.

"Pulau Manado Tua memiliki keunikan dibanding pulau-pulau lain di sekitarnya yaitu sebuah gunung yang menjulang setinggi hampir 800 mdpl yang juga menyimpan potensi wisata alam dan sosial budaya," kata Farianna Prabandari, Kepala Balai Taman Nasional Bunaken.

Farianna mengatakan masih ada peninggalan bersejarah di sekitar pulau tersebut seperti peninggalan kerajaan kuno dan peninggalan zaman penjajahan Jepang yang menjadi daya tarik tersendiri di Pulau Manado Tua.

Taman Budaya Manado

Selain wisata religi dan wisata alam, Manado juga punya tempat bagi pencinta budaya, yaitu Taman Budaya Manado di Jalan Maengket. Gedung yang diresmikan pada 8 Januari 1987 ini adalah tempat pertunjukan seni karya seniman di daerah.

Ada ikon unik di gedung ini, yaitu patung laki-laki (Tole) dan patung perempuan (Keke) dengan gerakan tari maengket, tarian khas Manado.