GoldenLovers, Meskipun ada pesaing baru yang relatif kuat, Black Panther tetap belum tergoyahkan dari puncak box office. Dalam urutan film terlaris di Amerika Serikat akhir pekan lalu (periode 9-11 Maret), film besutan sutradara Ryan Coogler itu mampu meraup US $41,1 juta (Rp565,7 miliar). Angka itu menurun 38 persen dibanding periode sebelumnya (2-4 Maret).

Dengan demikian, Black Panther sudah bertahan empat pekan berturut-turut di posisi nomor satu tangga film terlaris, menyamai prestasi Star Wars: The Force Awakens (2015).

Black Panther kini sudah memperoleh US $562 juta di Amerika Serikat, menjadikannya film terlaris ketujuh sepanjang masa di negeri Paman Sam.

Dari pasar global, film tentang Raja Wakanda itu sudah menembus US $1,078 miliar, berkat suntikan anyar dari Tiongkok sebesar US $66,5 juta, untuk duduk di posisi ke-21 dalam daftar film terlaris sepanjang masa di seluruh dunia. Tinggal sedikit lagi mereka akan memasuki 20 besar, mengalahkan The Dark Knight Rises (2012, US $1,084 miliar).

Sementara pesaing baru untuk Black Panther bukan Tomb Raider, yang sudah tayang di Indonesia sejak pekan lalu. Di Amerika Serikat, film yang diangkat dari video game berjudul sama itu baru tayang pekan ini.

Sang kompetitor Black Panther adalah A Wrinkle in Time. Kebalikan dari Tomb Raider, film bikinan Disney ini baru tayang di Indonesia pekan ini--kemungkinan besar Rabu (14/3/2018).

Pada pekan perdananya tayang di Amerika Serikat, A Wrinkle in Time mampu meraup US $33,3 juta. Angka ini relatif mengkhawatirkan bagi Disney, sebab ongkos produksinya mencapai US $103 juta.

BACA JUGA:

Menurut Forbes, alasan kecilnya pendapatan film bergenre fantasi ini ada beberapa. Pertama, pemeran utamanya relatif tidak dikenal khalayak, seperti Storm Reid, Deric McCabe, Mindy Kaling, bahkan Oprah Winfrey yang lebih dikenal sebagai host acara televisi.

Sebenarnya ini agak ironi, sebab Black Panther juga demikian. Kedua, tanggal rilis yang hanya terpaut tiga minggu dari film superhero itu, meski larisnya Black Panther di pasar AS bisa dibilang adalah kejutan.

Ketiga, faktor waralaba yang sama sekali baru. Selama ini Disney selalu kesulitan dengan film non-superhero dan non-animasi, kecuali untuk kasus tertentu adalah live action yang diangkat dari film kartun zaman dulu seperti Beauty and the Beast serta Pirates of the Carribean yang berasal dari sebuah wahana Disneyland.

Keempat adalah faktor kritik dan ulasan yang kurang bagus. Di situs pengepul ulasan Rotten Tomatoes, rating rata-ratanya hanya 5,2 dari 10 poin. Sebanyak 96 dari 166 pengulas memberi ulasan negatif, menghasilkan Tomatometer sebesar 42 persen saja.

Skor dari penonton malah lebih parah. Dari 4 ribu-an penonton hanya 35 persen yang menyukai film garapan sutradara Ava DuVernay itu. Di IMDB, yang juga berdasarkan penilaian penonton, rating-nya tidak beda jauh, hanya 3,9 dari 10 poin.

A Wrinkle in Time mengisahkan duka yang dialami Meg (Storm Reid) setelah sang ayah (Chris Pine) menghilang. Namun harapan terbuka setelah adanya penemuan sejenis perjalanan lintas-semesta.

Bersama saudara (Levi Miller) dan temannya (Deric McCabe), Meg menemui tiga makhluk ajaib--Mrs. Whatsit (Reese Witherspoon), Mrs. Which (Oprah Winfrey), dan Mrs. Who (Mindy Kalling)--lalu bersama mencari ayahnya.

Berikut 10 film terlaris di AS pada periode 9-11 Maret yang dilansir dari Box Office Mojo:

  1. Black Panther - US $41,1 juta (total US $562 juta - pekan 4)
  2. A Wrinkle in Time - US $33,3 juta (pekan perdana)
  3. Strangers: Prey at Night - US $10,5 juta (pekan perdana)
  4. Red Sparrow - US $8,15 juta (US $31,1 juta - pekan 2)
  5. Game Night - US $7,9 juta (US $45 juta - pekan 3)
  6. Peter Rabbit - US $6,8 juta (US $93,5 juta - pekan5)
  7. Death Wish - US $6,6 juta (US $23,9 juta - pekan 2)
  8. The Hurricane Heist - US $3,15 juta (pekan perdana)
  9. Annihilation - US $3,15 juta (US $26,1 juta - pekan 3)
  10. Jumanji: Welcome to the Jungle - US $2,75 juta (US $397,3 juta - pekan 12)

Loading...
loading...
loading...