GoldenLovers, Wajah John Travolta terakhir kali muncul di bioskop pada 2016, lewat film I Am Wrath. Kini aktor berusia 64 itu kembali ke layar lebar dengan membintangi sebuah drama kriminal berjudul Gotti.

Sayangnya, film karya sutradara Kevin Connolly itu mendapat sebuah “prestasi” yang sama sekali tidak membanggakan. Saat artikel ini dibuat, Gotti mendapat rating 0 persen di situs pengepul ulasan Rotten Tomatoes.

Dari 25 pengulas, tak seorangpun yang memberi nilai bagus untuk film berdurasi 105 menit ini. Semuanya melempar tomat busuk pada Gotti. Nilai rata-ratanya pun mengenaskan, hanya 2,5 dari 10 poin.

“Saya lebih baik bangun di sebelah kepala kuda yang terpenggal daripada harus menonton Gotti lagi,” tulis Johnny Oleksinski dari New York Post.

Si kritikus merujuk pada sebuah adegan ikonis dalam film Godfather (1972) ketika Don Corleone mengirim kepala kuda pada seorang produser karena sang sineas menolak permintaan salah satu anggota keluarga kelompok mafia itu.

BACA JUGA:

Gotti juga film bertema mafia, seperti Godfather. Travolta menjadi tokoh yang benar ada dalam kehidupan nyata John Gotti, bos kriminal era 1990-an.

Film ini mengisahkan kehidupan Gotti yang tengah menuju puncak karier sebagai raja mafia di kota New York sambil menjaga hubungan dengan istri (Kelly Preston) dan anaknya (Spencer Tocco Lofranco).

“Rasanya sulit untuk menemukan kriteria apa yang pantas untuk menentukan sebuah biopik yang berkualitas. Namun sangat mudah untuk menemukan bahwa Gotti benar-benar jauh dari kriteria tersebut,” tulis Dominick Suzanne-Mayer dari Consequence of Sound.

“Ini mungkin hal yang aneh untuk dikatakan, mengingat ia adalah bos mafia nan kejam yang dipenjara karena membunuh. Namun, John Gotti yang asli pantas mendapatkan film yang lebih bagus daripada biopik amatir ini,” tulis David Ehrlich dari IndieWire.

Sebenarnya, penonton tak sekejam itu pada Gotti. 78 persen dari 6.878 pengunjung Rotten menyukai film ini. Rating-nya di IMDB juga tak jelek, mencapai 5,4 dari 10 poin.

Sayangnya itu tak menolong Gotti dalam tangga box office. Ditayangkan di Amerika Serikat sejak Jumat (15/6/2018), Gotti hanya memperoleh $1,67 juta AS (Rp23,55 miliar) dan duduk di urutan 12 film terlaris akhir pekan lalu.

Salah satu faktor penyebabnya adalah penayangan yang relatif tidak luas. Gotti hanya tayang di 503 layar, bandingkan dengan film debutan lain yang tayang perdana pada hari itu seperti Incredibles 2 (4.410 layar), Tag (3.382), dan Superfly (2.220).

Masalahnya, pendapatan Gotti hanya lebih unggul $42 ribu dari Race 3, film debutan lain yang jumlah layarnya hanya 315.

Mungkin penyebabnya adalah ulasan buruk. Pada era internet yang mudah diakses seperti sekarang, situs pengepul kritik macam Rotten Tomatoes memang punya andil besar.

Lihat saja fenomena rendahnya pendapatan Justice League (2017). Film tersebut menyatukan berbagai pahlawan DC Comics nan populer seperti Batman, Superman, Wonder Woman, The Flash, dan Aquaman, tapi pendapatannya di seluruh dunia hanya $657,9 juta.

Kelihatannya besar, tapi bujet produksi dan pemasaran film tersebut juga luar biasa. Kabarnya untuk produksi saja mencapai $300 juta.

Salah satu penyebab rendahnya perolehan Justice League adalah rating-nya di Rotten hanya 40 persen. Padahal film DC lainnya yaitu Wonder Woman (2017) punya nilai 92 persen dan mampu meraup $821,8 juta dari ongkos produksi $149 juta.

Namun, rating tinggi hanya salah satu faktor laris atau tidak sebuah film--bukan jaminan sukses. Contohnya Solo: A Star Wars Story yang nilainya di Rotten lumayan, mencapai 71 persen tapi terancam menjadi satu-satunya film layar lebar Star Wars yang gagal dari segi finansial.

Bukan cuma Gotti

Ternyata Gotti bukan satu-satunya film Travolta dengan rating 0 persen. Tercatat ada tiga film lainnya yang mendapat nilai kosong; Staying Alive (1983), Look Who's Talking Now (1993), Life on the Line (2016).

Namun di sisi lain banyak juga film Travolta yang mendapat nilai di atas 90 persen seperti Pulp Fiction (1994), Carrie (1976), Face/Off (1997), dan Hairspray (2007).

Karier lelaki keturunan Italia-Irlandia itu memang bak roller coaster. Ia pernah dua kali menjadi nomine Aktor Terbaik dalam ajang Oscar lewat film Saturday Night Fever (1976) dan Pulp Fiction. Dalam ajang Golden Globe, tujuh kali Travolta menjadi nomine. Ia menang sekali lewat Get Shorty (1995).

Di sisi lain, Travolta sudah tujuh kali dinominasikan oleh juri-juri Raspberry Award--ajang yang memberi "penghargaan" berupa Piala Razzie pada insan Hollywood dengan karya terburuk.

Aktor dengan tinggi badan 188cm ini "memenangi" gelar Aktor Terburuk pada ajang Razzie tahun 2001 karena aktingnya dalam film Battlefield Earth dan Lucky Numbers.

fShare
0