GoldenLovers, Salah satu band rock paling populer sedunia, Guns N' Roses, akan menyambangi Indonesia. Melalui jejaring sosial, band asal Amerika Serikat ini siap menggelar konser di Jakarta pada 8 November 2017. Namun, lokasi konser dan harga tiket belum diumumkan.

Konser ini merupakan bagian dari tur Not in This Lifetime yang digelar sejak April 2016. Setelah Jakarta, band yang dikenal lewat lagu “November Rain” ini akan beraksi di Filipina (11 November), Malaysia (14 November), Taiwan (17 November), Hong Kong (20-21 November), dan Uni Emirat Arab (25 November).

Ini bukan pertama kalinya Guns N’ Roses mengunjungi Indonesia. Pada 15 Desember 2012, mereka pernah mampir dalam rangka tur Appetite for Democracy.

Saat itu konser sedianya digelar di Lapangan D, Senayan, Jakarta. Tapi lantaran hujan deras, pertunjukkan dipindahkan ke Mata Elang International Stadium, Ancol, Jakarta Utara, keesokan harinya.

Namun, konser November nanti diperkirakan akan terasa istimewa. Kali ini gitaris legendaris Saul “Slash” Hudson akan unjuk gigi. Pada kesempatan 2012, Slash tak ada dalam daftar personel Guns N’ Roses.

Pertikaian dan Tur Super Laris

Guns N’ Roses didirikan di kota Los Angeles, AS, pada 1985. Anggota band ini kerap berubah seiring perjalanan waktu, tapi ada satu personel asli yang tak tergantikan--vokalis William Bruce Rose Jr. (nama asli Axl Rose).

Sebenarnya Slash dan pemain bass Duff McKagan juga berada di Guns N’ Roses sejak 1985, namun mereka keluar pada akhir 1990-an meski akhirnya masuk lagi pada 2016.

BACA JUGA:

Kini semua personel Guns N’ Roses sudah berusia di atas 50, kecuali pemain keyboard Melissa Reese yang baru berusia 33—ia bergabung pada 2016. Meski punya anggota sepuh dan usia band ini sudah berusia 33 tahun, mereka tetap mampu menghasilkan uang triliunan rupiah.

Berdasarkan data Billboard (1/4/2018), tur Not in This Lifetime sudah menghasilkan $475 juta AS, atau sekitar Rp6,7 triliun. Angka tersebut tentu saja masih akan bertambah karena masih ada 26 konser lagi.

Angka fenomenal tersebut bikin Not in This Lifetime menjadi tur terlaris nomor empat sepanjang masa, di belakang tur 360° dari U2 ($736 juta AS, 2009-2011), tur A Bigger Bang dari The Rolling Stones ($558 juta AS, 2005-2007), dan tur A Head Full of Dreams dari Coldplay ($523 juta AS, 2016-2017).

Larisnya tiket Not in This Lifetime tidak mengherankan, sebab tur ini sangat ditunggu-tunggu oleh pada penggemar setia band tersebut. Pada Desember 2016, tiket tur reuni ini terjual sejuta lembar hanya dalam waktu sehari.

Salah satu penyebab rasa penasaran para penggemar adalah kembalinya Slash ke dalam band yang membesarkan namanya. Sudah bukan rahasia bahwa gitaris gondrong ini tak akur dengan Axl Rose.

Menurut situs Rolling Stones, masing-masing dari dua musisi itu ingin menahkodai Guns N’ Roses sehingga kerap bentrok. Keadaan makin parah pada 1991 ketika petikan gitar Slash turut mengisi lagu mendiang Michael Jackson, “Black or White”.

Padahal ketika itu, Jackson tengah dihinggapi kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak. Rose tidak senang sebab ia merupakan korban pelecehan saat masih kecil. Ia menganggap Slash berkhianat.

Tahun itu juga, Rose membalas Slash. Ketika Guns N’ Roses merekam “Sympathy for the Devil” yang menjadi lagu tema film Interview With a Vampire, Slash tidak diajak. Rose menggantinya dengan gitaris lain bernama Paul Huge.

Hubungan keduanya begitu buruk, hingga Slash keluar pada 1996–Rose mengklaim sudah memecatnya. Sejak saat itu, mereka belum punya pikiran untuk reuni.

“Salah satu dari kami akan mati sebelum reuni. Meskipun orang akan lihat (bahwa pertikaian) ini sedih, jelek, atau merugikan, ya keadaannya begini,” ujar Rose pada 2009.

Tiba-tiba, Slash bergabung kembali dengan Guns N’ Roses pada 2016. Media, penggemar, dan pengamat musik pun bertanya-tanya, apakah pertikaian kedua musisi kelas dunia ini telah berakhir? Slash hanya menjawab, “Itu sudah basi.”

fShare
0