GoldenLovers, Performa penjualan tiket konser solo Katy Perry di ICE BSD Tangerang 14 April 2018 terhitung buruk karena jauh di bawah target. Semakin petang, para calo semakin banting harga dengan menjual tiket kelas festival hingga seharga Rp50 ribu saja.

"Pas masih sore, tiket Rp4 juta terjual sekitar Rp700 ribu sampai Rp600 ribu. Semakin malam, semakin turun harganya," kata calo yang tak mau disebutkan namanya, 15 April 2018.

Menurut dia, salah satu penyebab tiket dari calo tidak laku adalah karena pihak sponsor menyediakan banyak tiket gratis bagi para pemakai jasanya. Padahal, pihak promotor AEG Presents dan InTour Live menjual tiket relatif mahal dengan rentang Rp900 ribu sampai Rp5 juta bagi enam kategori penonton berdasarkan lokasi menonton.

"Kalau tiket, banyak (komplimen) dari orang sponsor. Orang yang pakai layanan itu kan juga dapat tiket gratis bagi yang berlangganan paket tertentu. Pokoknya mereka lagi promo besar-besaran di konser Katy Perry sehingga setiap orang bisa dapat dua atau tiga tiket. Saya saja dapat tiga," jelasnya.

"Mungkin kalau orang dapat tiga, ya dijual murah. Jualnya ya senawarnya saja, cepek (Rp100 ribu) atau Rp50 ribu. Orang-orang sponsor kalau sudah jam tutup kantor, tiket yang belum diambil banyak, pasti dijual juga. Ya mungkin calo juga yang menangkap tiket-tiket ini, dibeli murah," lanjutnya.

BACA JUGA:

Kendati demikian, pria ini mengaku beberapa calo tetap tidak merugi. Dia sendiri berhasil menjual tiga tiket dengan harga minimal Rp250ribu pada sore hari. Lalu dari sekitar 30-an tiket sisa yang didapat di lokasi, dia jual kembali dengan laba kecil.

"Misal beli Rp50 ribu, saya jual Rp100 ribu," ucap dia.

Namun semakin malam, para calo tidak ragu menjual tiket di bawah harga beli mereka.

"Hitungannya begini, kan beli cepek, daripada kebuang, bawa pulang kertas, ya enggak apa-apa dijual Rp50 ribu. Sudah tertutup dengan yang sore tadi, yang dijual lebih mahal. Enggak rugi. Misalnya beli Rp200 ribu, dijual gopek (Rp500 ribu)," jelasnya.

Calo pria ini mengaku sudah berpengalaman menjadi "agen tiket" lapangan untuk ragam pertunjukan sejak 2003. Menurut dia, konser Katy Sabtu malam kemarin memang bukan satu-satunya pertunjukan di Indonesia dengan performa penjualan tiket buruk. Namun, kegagalan ini seperti mengulang konser Katy di Indonesia sebelumnya pada 2015.

"Katy Perry sudah tiga kali (didatangkan ke Indonesia). Waktu pertama kali (2012), sold out, bagus. Konser yang kedua juga jelek, sepi juga, sama saja," ujarnya.

Riwayat tiga konser Katy di Indonesia dalam tujuh tahun terakhir ini dianggap sebagai salah satu faktor penyebab tiket tak laku. Orang-orang sudah bosan karena pernah datang. Lagipula, basis penggemar Katy di Indonesia juga relatif kurang banyak.

"Karena kurang tertarik dengan Katy Perry, sudah bosan. Penggemarnya memang kurang juga untuk Indonesia. Kalau yang datang BTS (boyband Korea Selatan), pasti habis juga tiketnya. Sudah berapa kali seperti itu," tuturnya.

"Kemarin, saya lihat itu penonton (loyal Katy Perry) jarang. Kebanyakan adalah penonton gratisan kayak karyawan. Rata-rata yang menonton ini datang karena dapat gratisan. Lihat-lihat mukanya kelihatan. Minimal saya pengalaman, bisa bedakan," tukas dia.