GoldenLovers, Umumnya, saat mendengar bayi menangis orang tua akan segera melakukan ragam upaya untuk membuat bayi kembali tenang dan tidak menangis.

Namun, apa yang terjadi di Jepang sama sekali berbeda. Sebab, para ibu di Jepang yang memiliki bayi justru bakal senang melihat anaknya menangis. Apa pasal?

Sebuah festival unik di Jepang menggelar kontes membuat bayi menangis. Alih-alih membuat bayi diam dan tenang, para orang tua yang menjadi peserta justru berlomba-lomba memecahkan tangis bayi mereka masing-masing.

Festival tersebut bernama Festival Nakizumo yang biasanya digelar pada minggu ke-4 di bulan April. Nakizumo dalam bahasa Jepang memiliki arti sumo menangis. Pada perlombaan ini penyelenggara pun mempersiapkan panggung pesumo dan arena sumo.

Dilansir Theguardian.com, dalam The Nakizumo crying baby festival atau kontes membuat anak menangis memiliki tujuan yang baik.

Festival yang selalu menarik perhatian dan minat masyarakat Jepang ini merupakan festival tahunan yang sudah dilakukan sejak 400 tahun lalu. Kali ini, berlangsung di kuil Sensoji, Tokyo, pada musim semi di hari libur nasional Jepang.

Para orang tua yang tertarik mengikuti festival ini wajib membayar biaya sebesar $140 AS atau setara dengan Rp1,9 juta. Animo peserta untuk mengikuti festival bayi menangis selalu tinggi dari tahun ke tahun. Lebih kurang seratus bayi terdaftar sebagai peserta lomba. Peserta yang bisa berpartisipasi dalam festival ini adalah bayi yang lahir di tahun sebelumnya.

Aturan main dalam festival ini adalah dua atlet sumo junior akan masuk ke dalam ring sambil menggendong bayi. Kemudian, mereka berdiri saling berhadapan sembari menggendong bayi dan mengeluarkan suara seram.

Bayi yang lebih dulu menangis akan keluar sebagai juara pertama. Namun, jika situasi bayi menangis bersamaan, maka pemenang dipilih dari bayi yang mengeluarkan suara paling keras.

BACA JUGA:

Tradisi yang sudah berlangsung lama ini ini berhasil membuat semua penonton tertawa. Melihat ekspresi takut pada bayi karena digendong pesumo bersuara seram akan membuat bayi tidak nyaman dan akhirnya menangis, menjadi hiburan tersendiri yang membuat banyak orang tertawa terbahak-bahak.

Namun, perlombaan ini tidak semudah yang dibayangkan. Sebab, ada juga beberapa bayi yang tertawa, diam saja, dan ada yang malah tertidur ketika digendong oleh pesumo. Benar-benar diluar prediksi. Sebab, biasanya bayi akan langsung menangis jika bersama seseorang yang bukan orang tua atau anggota keluarga yang dekat.

Nah, jika sudah begini, maka pesumo akan berusaha keras untuk membuat bayi menangis. Caranya, mulai dari menggoyang-goyangkan si bayi, bahkan ada juga yang menggelitikinya. Lalu, apabila masih belum berhasil juga, pesumo pun menggunakan topeng seram untuk menakut-nakuti si bayi supaya menangis.

Para penonton juga akan memberikan dukungan dengan meneriaki kata "naki" yang berarti menangis dalam bahasa Jepang. Langkah ini merupakan salah satu upaya untuk membuat bayi menangis. Pesumo akan dinyatakan gagal melaksanakan tugas, bila bayi tidak juga menangis selama digendong sumo dan ditakut-takuti.

Filosofi di balik festival bayi menangis

Sebenarnya, festival ini memiliki nilai tradisi dan kepercayaan yang kuat untuk masyarakat Jepang. Sebab, memiliki pesan dan tujuan yang sakral. Konon dalam kepercayaan masyarakat Jepang ada istilah naku ko wa sodatsu. Artinya, bayi yang menangis dengan keras akan membuat banyak para dewa menurunkan berkat. Lalu, tangisan keras bayi adalah pertanda bahwa bayi akan tumbuh menjadi anak yang sehat dan kuat.

Selain itu, orang-orang Jepang juga percaya bahwa tangisan bayi bisa mengusir roh jahat yang mengelilingi manusia. Jadi, tidak heran dalam festival ini para bayi sangat diharapkan mengeluarkan tangisan yang kuat dan kencang.