GoldenLovers, Musik memang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia. Bisa dibayangkan, sejak masih di dalam kandungan mungkin kita sudah sering diperdengarkan musik-musik klasik yang katanya bisa membangkitkan saraf motorik. Di sudah sekolah juga tidak sedikit pengajar kita yang memakai metode pembelajaran dengan memanfaatkan musik. Jadi ya tidak heran jika musik sudah jadi bagian dari kehidupan manusia.

Saat masih remaja, kita mungkin begitu menggebu-gebu setiap ada lagu keluaran terbaru. Malah kadang tidak peduli genre, asalkan hits, kita pun akan suka. Tapi berdasarkan penelitian terbaru yang dilansir Business Insider, orang akan berhenti ‘menjelajah’ musik baru saat menginjak usia 30 tahun. Bahkan di beberapa kasus malah sebelum umur 30.

BACA JUGA:

Sebaliknya, kebanyakan dari mereka banyak yang lebih memilih mendengar tembang-tembang lawas masa sekolah atau kuliah. Apakah anda termasuk salah satunya? Kira-kira mengapa bisa begitu? Simak rangkuman alasannya, sebagai berikut:

1. Sudah Terlalu Sibuk dengan Banyak Hal

Dari penelitian yang dilakukan platform streaming musik Deezer pada 1.000 orang Inggris, ditemukan bahwa 60% respondennya mendengarkan lagu yang sama berulang kali. Lebih dari 25% mengaku tidak tertarik mencoba mendengar lagu baru selain genre kesukaannya. Mereka juga menemukan jika usia maksimal orang mencoba-coba musik baru adalah 24 tahun.

Alasannya karena mereka yang usianya di atas itu khususnya 30-an, terlalu kewalahan dengan banyaknya pilihan musik yang ada (19%), ada juga yang sibuk sama pekerjaannya (16%), sisanya sibuk mengurus anak (11%). Paling tidak, bukan karena minat mereka terhadap musik menurun.

2. Berkurangnya Mengingat Lagu-lagu Baru

Kemampuan otak manusia tentu akan semakin menurun seiring bertambahnya usia. Pun dengan cara mereka mengingat atau ‘menyerap’ lagu-lagu baru. Disaat remaja dulu kita lebih gampang ingat tiap ada lagu baru, baik musik atau liriknya. Jika sudah menginjak 30 tahun, sudah tidak sereseptif itu. Bukannya mereka tidak mau mendengar lagu baru, tapi lebih ke responnya dalam menangkap itu yang berbeda.

3. Lagu saat Remaja Lebih Melekat di Otak

Anda pasti merasa, setiap mendengar lagu lama yang jarang kita dengar, otomatis semacam ada ‘pemantik’ euforia yang bisa mengingat sama kenangan lama. Lagu-lagu tersebut tidak bisa tergantikan oleh lagu-lagu baru, mau sekeren apapun. Apalagi jika anda pertama kali dengar lagu di umur 12-22 tahun, lagu-lagu itu otomatis seperti ‘nancep’ di otak, dan seabad kemudian jika mendengar lagu itu lagi, anda otomatis akan terhempas dalam nostalgia.

4. Secara Umum Otak Lebih Menikmati Musik yang Menimbulkan Nostalgia

Jadi ya secara umum kita memang lebih menikmati lagu-lagu zaman remaja dulu yang bisa membangkitkan kenangan, apalagi jika lagunya muncul pas zaman sekolah. Bisa ingat mantan dan segala hal yang berhubungan tentang dia. Penelitian di atas juga menunjukkan jika lagu favorit bisa menstimulasi respon di otak, membuat relaks karena bisa melepaskan dopamine, serotonin, oxytocin, dan zat kimia lain yang buat senang.

Itulah mengapa orang-orang tua termasuk ayah ibu kita tetap asik sama tembang-tembang lawas favorit mereka, meskipun banyak lagu-lagu baru bermunculan. Meskipun yang merilis lagu baru itu penyanyi kesukaan mereka. Tetap aja setia sama yang lama.

fShare
0