GoldenLovers, Buat anda yang ingin mencoba dan memanfaatkan jejaring berbagai video YouTube sebagai alat untuk pemasaran, anda tidak salah.YouTube saat ini menjadi salah satu alat pemasaran yang cukup ampuh. Agar lebih efektif dalam menyusun strategi, anda perlu tahu temuan YouTube Indonesia ini.

Baru-baru ini, YouTube merilis hasil survei pada pengguna di Indonesia. Hasil survei di 18 kota pada 1.500 responden ini memiliki beberapa temuan terkait perlaku pengguna YouTube.

"Risetini bertujuan memahami relasi antara warganet Indonesia dengan YouTube dan memahami perubahan-perubahan yang terjadi terkait konsumsi mereka pada video,"ujar Head of Marketing Google Indonesia Veronica Utamai seperti dilaporkan Marketeers.

BACA JUGA:

Ada beberapa poin penting yang bisa menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun strategi di YouTube.

Pertama, popularitas YouTube hampir menyamai televisi biasa. Dulu, ada anggapan bahwa kanal dengan peringkat media audio visual tertinggi adalah televisi. Namun kini, hasil survei Google membuktikan bahwa jumlah orang yang menonton video di YouTube mencapai 53% responden.

Jumlah tersebut tidak begitu jauh bila dibandingkan dengan penonton televisi biasa. Tiap hari, jumlah penonton televisi mencapai 57% dari responden. "Fakta ini lintas area, baik urban maupun rural,"kata Veronica.

Kedua, sudah tidak ada lagi jam primetime (PT). Bila ditelevisi ada PT dimana banyak orang menonton televisi seperti pukul 18.00 dan 22.00, maka hal itu sudah mulai menghilang. Menurut hasilsurvei Google, PT sudah menghilang karena pola tonton orang yang sudah berubah di akhir pekan maupun hari biasa.

"Orang bisa menonton kapan saja dan tidak ada suatu waktu tertentu yang benar-benartinggi audiensnya," kata Veronica.

Ketiga, orang Indonesia makin gemar menonton video. Dulu, data masih dianggap mahal sehingga orang irit mengonsumsi video. Namun kini, hasil survei membuktikan, rata-rata orang Indonesia mengonsumsi video melalui YouTube selama 42 menit dari ponsel masing-masing.

Artinya, sehari mereka bisa menonton kurang lebih delapan video. Ada banyak faktor yang membuat orang Indonesia suka menonton YouTube. Misal, harga paket data makin terjangkau dan jaringan makin kuat.

Keempat, banyak merek lokal mulai tampil dengan videonya sendiri. Bila anda adalah salah satu orang yang menilai bahwa YouTube hanya untuk merek besar, lupakan hal itu sekarang. Sebab, banyak merek massal juga mulai tampil.

"Kenyataannya,penggunaan YouTube sama banyaknya antara urban(92%) dan rural (85%). Intinya, merekmassal apa pun yang dijual di warung pun tetap relevan untuk memanfaatkan kanal YouTube," ujar Veronica.

Kelima, kemudahan akses dan variasi konten menjadi daya tarik YouTube. Veronica mengungkap, salah satu faktor yang membuat banyak pengguna dari Indonesia mengakses YouTube adalah karena konten yang menarik.

Keberagaman konten dan kemudahan akses menjadi faktor penarik masyarakat pada YouTube, lanjut Veronica. Kemudian, kualitas video yang baik membuat YouTube mampu bersaing dengan televisi konvensional.

Menurut Veronica, berdasarkan hasil survei, YouTube kini sudah menjadi situs pertama yang akan diakses pengguna di Indonesia ketika mencari konten video. Sementara itu, ada pula tren baru bahwa banyak orang mencari konten televisidi YouTube.

Banyak rumah produksi kini mengunggahkonten-konten mereka di YouTube. Banyak pengguna mencari konten video diYouTube karena tidak ingin ketinggalan sebuah sesi atau program televisiatau mencari sesuatu yang baru yang tidak ditayangkan di televisi.

Merek juga perlu memahami bahwa penonton YouTube lebih suka konten-konten yang dibikin oleh orang-orang seusia mereka dan tidak harus orang terkenal seperti artis. Hal ini terlihat dari fenomena vlogger.

"Pada dasarnya, hiburan sudah berubah. Tak ada lagi prime time. Hiburansaat ini sudah dalam genggaman tangan yang bisa diakses kapan saja dan di mana saja. Merek harus benar-benar memahami apa yang terjadi pada hidup pelanggan mereka," pungkas Veronica.

TIPS KESEHATAN DAN GAYA HIDUP

loading...