GoldenLovers, Seringnya perempuan berpikir dengan perasaan atau emosi dan laki-laki dengan logika membuat stigma penilaian di antara kedua insan ini berbeda. Dan ternyata hal ini benar adanya.

Studi yang didasarkan pada penelitian neuro-ilmiah telah mengungkapkan bahwa ada perbedaan utama antara pria dan wanita. Berikut beberapa perbedaan antara otak pria dan wanita.

1. Komunikasi

Ketika berbicara mengenai komunikasi, wanita terbilang lebih pandai dalam hal ini. Hal ini lantaran dalam otak wanita, lobus frontal (yang bertanggung jawab untuk pemecahan masalah) dan korteks limbik cenderung lebih besar ketimbang laki-laki. Penelitian bahkan menunjukkan bahwa wanita memberikan keuntungan kepada pria dalam hal komunikasi dan emosional.

2. Logika

Anda mungkin sering mendengar bahwa laki-laki lebih menggunakan logika ketika terlibat dalam sebuah percakapan. Meski belum ada bukti yang menjelaskan tentang hal ini, namun biasanya sejak kecil pria telah diajarkan untuk tidak terbuka dalam mengungkapkan emosi mereka. Alasannya, hal ini diartikan sebagai kelemahan.

BACA JUGA:

3. Toleransi rasa sakit

Banyak orang yang percaya bahwa otak laki-laki cenderung memiliki toleransi yang lebih tinggi ketimbang perempuan. Sebenarnya, otak perempuan juga memiliki toleransi yang tinggi dalam menahan rasa sakit selama proses persalinan. Namun, sejauh ini belum ada bukti bahwa pria bisa menoleransi tingkat rasa sakit yang tinggi.

4. Aliran darah dan kegiatan otak

Otak perempuan terbilang lebih rumit dibanding laki-laki. Hal ini lantaran sebagian besar aliran darah mereka lebih besar di seluruh otak pada waktu tertentu. Laki-laki umumnya merefleksikan memori emosional, menganalisa dan kemudian pindah ke tugas berikutnya.

Selama proses ini, mereka mulai memutuskan untuk mengubah arah atau memutuskan sesuatu yang aktif dan tidak berhubungan dengan emosi, bukan menganalisa perasaan mereka. Inilah sebabnya mengapa banyak orang sering menganggap bahwa laki-laki menghindari perasaan mereka daripada wanita atau mereka bergerak terlalu cepat dalam memecahkan masalah.

5. Zat kimia

Zat kimia saraf sama-sama diproses baik pria maupun wanita. Hanya saja, ada perbedaan koneksi tubuh dengan otak saat memproses zat kimia saraf seperti serotonin, testosteron, estrogen, oksitosin dan zat kimia ikatan-hubungan. Karena perbedaan dalam memproses zat kimia saraf ini, pria cenderung lebih impulsif dan agresif secara fisik.

fShare
4