GoldenLovers, Bagi umat muslim, Ramadan merupakan ibadah wajib yang harus dilakukan dengan berpuasa sekitar 13 jam. Manfaatnya tubuh melakukan detoksifikasi dan mendamaikan psikis.

Secara tidak langsung, manfaat lain yang didapatkan adalah pengeluaran berkurang sebab idealnya seseorang dapat menghemat biaya belanja selama Ramadan karena konsumsi makanan berkurang. Tetapi tidak semudah itu. Tanpa disadari pengeluaran justru bertambah.

Meningkatnya pengeluaran saat Ramadan biasanya disebabkan perilaku “balas dendam” ketika berbuka. Tidak sedikit orang yang membeli berbagai macam menu berbuka atau kalap memesan makanan, terlebih ketika ada acara buka bersama (bukber) teman-teman. Jika perut sudah terasa penuh dan makanan masih ada, sisa makanan tersebut umumnya berakhir di tempat sampah (food waste).

BACA JUGA:

Jika kondisi ini dibiarkan, membuang makanan akan menjadi hal lumrah. Padahal Jakarta sudah memproduksi 7.500 ton sampah setiap hari. Data tersebut bukan isapan jempol, Annisa Paramitha dari Waste4Change membeberkan soal sampah di Indonesia (termasuk Jakarta) belum lama ini.

Dari produksi sampah di atas, lanjut Annisa, terdapat 4.050 ton sampah makanan dan 65 persennya adalah sampah makanan dari perumahan. Tidak heran jika Indonesia menjadi pembuang makanan terbesar kedua di dunia, menurut Barilla Center for Food and Nutrition (BCFN). Negara ini telah membuang 300 kilogram sampah makanan per tahun.

Annisa mengingatkan, sampah makanan dapat dikurangi dengan menghindari gengsi untuk membawa pulang makanan yang masih tersisa di restoran atau rumah makan. Pasalnya, makanan sisa tersebut bisa diolah dan dimakan lagi ketika sahur, digunakan untuk makanan hewan di sekitar rumah, atau diproses sebagai pupuk kompos sehingga tidak perlu ada lonjakan sampah makanan selama Ramadan.

Bukan hanya perkara sampah makanan, di sisi lain, tubuh juga sebenarnya tidak memerlukan banyak asupan saat berbuka. Makan berlebihan, apalagi setelah perut kosong selama 13 jam dapat mengganggu kesehatan lambung. Oleh karena itu, mulailah mengendalikan jumlah asupan makanan terutama ketika berbuka puasa. Salah satunya adalah dengan #MakanBijak, kamu bisa memisahkan makanan berlebihmu di awal, bungkus untuk di makan nanti atau diberikan kepada yang membutuhkan. Dengan begitu, kamu sudah menjaga kesehatan perutmu dan berkontribusi mengurangi sampah makanan di Indonesia.

Ramadan adalah momen untuk berbuat kebajikan dan bijaksana dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk dalam menjaga pola konsumsi makanan yang akan berdampak bagi kesehatan dan lingkungan sekitar kita. Yuk ikuti gerakan #makanbijak, yang baik untuk perutmu baik untuk lingkunganmu.

fShare
0