GoldenLovers, Tiap orang tentunya memiliki gaya hidup masing-masing. Ada yang memang sadar akan kondisi keuangannya. Ada pula yang tidak. Ada lagi, sadar pada kondisi keuangannya namun tetap menjalani gaya hidup konsumtif dengan alasan beragam.

Hal ini pula yang membuat salah satu orang terkaya di dunia, Warren Buffett menyindir orang-orang tersebut dan mengatakan, "Jika anda membeli hal yang tak anda butuh, dalam waktu cepat, anda harus menjual hal yang anda butuhkan".

Tak ada yang salah dengan membeli barang yang anda inginkan, asal anda punya kendali penuh. Jangan hanya karena ingin tampil keren, anda berusaha keras untuk membeli barang bermerek bagaimana pun caranya, bisa jadi melalui utang.

BACA JUGA:

Bisa jadi, beberapa alasan ini adalah penyebab anda memiliki hidup konsumtif seperti ditulis Marketeers.

Jaga Reputasi

Tak sedikit orang tak mau kalah dengan teman atau tetangga, dalam hal penampilan atau kepemilikan barang. Misal, teman punya gawai (gadget) baru. Agar tidak ketinggalan zaman, kemudian anda juga membeli gawai baru yang sebenarnya tidak anda butuh.

Ingin Diterima

Beberapa orang memiliki ketakutan bahwa lingkungannya tidak bisa menerimanya. Karenanya, bisa jadi ia akan mengikuti gaya hidup mereka yang mungkin lebih mahal. Alhasil, langkah ini akan menghabiskan terlalu banyak uang untuk makan siang dan belanja, misalnya untuk bisa diterima di kelompok atau lingkungan itu.

Belanja Impulsif

Pergi berbelanja tanpa daftar belanjaan adalah hal buruk. Sebab, secara tak sadar, bisa jadi anda akan membeli barang yang sebenarnya tidak anda butuh karena merasa barang itu menarik. Inilah yang dinamakan belanja impulsif.

Tak Menggunakan Uang Tunai

Melakukan transaksi dengan kartu kredit berbeda dengan uang fisik. "Belanja dengan kartu kredit bisa mengacaukan pengaturan keuangan," ujar Motivator Keuangan Tung Desem Waringin seperti dikutip Detik.

Hal ini bisa terjadi karena ada penundaan posting dan membuatmu seolah merasa uangmu tidak berkurang. Namun, kartu kredit tidak melulu merugikan, bila jeli, ada promosi yang menguntungkan.

Barang Diskon

Tulisan besar berwarna merah dengan angka 30%, 50% atau bahkan 70% tentu akan menarik siapa saja untuk melihatnya. Barang diskon tidak sama dengan barang yang wajib (kebutuhan) anda beli atau benar-benar murah. Bisa saja, harganya sudah di mark-up. Jadi, jelilah membandingkan harga.

Gaya Hidup

Tiap orang memang memiliki gaya hidup yang berbeda-beda sesuai kemampuan masing-masing. Namun, sadar atau tidak, selalu ada orang yang memaksakan diri. Dalam jangka panjang, tanpa sadar orang tersebut akan menyadari bahwa keuangannya kritis. Jadi, sesuaikan saja dengan kemampuan.

Kekuatan Semu

Memiliki uang akan memberi seseorang rasa memiliki kekuatan dan kendali. Padahal, hal tersebut bukanlah kenyataan yang ada. Kekuatan palsu ini harus tetap anda taklukkan agar kondisi keuangan tetap sehat.

Pembuktian Diri

Tak sedikit yang melihat tingkat kesuksesan seseorang melalui barang atau kekayaannya. Alhasil, anda tak segan menghabiskan Rp1 juta untuk ke salon, Rp3 juta untuk beli baju, atau Rp500 ribu untuk makan hanya untuk mendapat pengakuan. Jadi, pikir ulang kebiasaan ini.