GoldenLovers, Salah satu tanda anda menguasai suatu topik adalah mampu menjelaskannya dengan sederhana. Meski banyak yang menganggap komunikasi bukan hal penting, nyatanya komunikasi punya peran vital dalam keberlangsungan sebuah perusahaan rintisan (startup).

Teruatama menyangkut pitching dengan para investor. Untuk memulai pitching, ada delapan tahap yang perlu anda ketahui untuk memudahkan mengungkap gagasan perusahaan rintisan pada investor.

Hook

Untuk mendapatkan perhatian pendengar, anda harus membuat pembukaan yang baik. Bila tidak, pendengar, dalam hal ini adalah calon investor, tidak akan menunjukkan minatnya. Di sini, Hook dibutuhkan.

Cara sederhana melakukannya adalah dengan melempar sebuah pertanyaan menarik. Atau, menampilkan statistik yang membuat mereka penasaran dengan apa yang akan anda katakan selanjutnya.

Jenis lain hook adalah cerita pendek mengenai alasan kita mendirikan perusahaan rintisan. Tanpa hook yang baik, pendengar mungkin tak benar-benar mendengarkan apa yang anda katakan.

Masalah

Ceritakan masalah yang menjadi perhatian perusahaan. Masalah ini harus memuat fakta dan diceritakan dengan baik dan rinci. Pastikan investor bisa melihat keseriusan menemukan solusi lewat produk yang anda bikin.

"Orang cenderung peduli dengan masalah, ketimbang solusi. Jadi, pastikan masalah yang anda angkat benar-benar nyata. Orang tak membeli apa yang anda lakukan, mereka membeli apa yang anda percayai," kata Peneliti Inkubator Kibar Indonesia Octa Ramayana.

Solusi

Setelah masalah, langsung menuju solusi yang anda tawarkan. anda harus menyampaikan solusi ini dalam format sederhana dan pendek. Usahakan menggunakan lima kata kunci yang menyimpulkan solusi dari produk. Misalnya, seamless, mudah digunakan, ramah, sederhana, dan sebagainya.

"Katakan solusimu dalam satu tweet. Hanya 140 karakter sudah cukup," tutur Octa.

BACA JUGA:

Pangsa Pasar

Selanjutnya, jelaskan pangsa pasarnya produk. Ini bagian penting untuk mengetahui sejauh mana produk akan dipakai orang sehingga investor bisa memperkirakan apakah produk bisa berjalan terus-menerus atau tidak.

Gunakan pula grafik berisi angka yang relevan, misalnya usia bidikan pasar, rata-rata pengeluaran harian bidikan pasar dan sebagainya. Untuk menguatkan pernyataan, gunakan data-data dari lembaga riset.

Model Bisnis

Model bisnis merupakan hal penting bagi para investor. Sebab, model bisnis akan memberi pemahaman menyeluruh mengenai rencana. Bentuk model bisnis pun beragam, tergantung bidikan pasar.

Model yang paling sering digunakan adalah B2C (Business to Customer) dan B2B (Business to Business). Adapula B2B2C (Business to Business to Customer) seperti pada pasar daring (online). Kemudian B2G (Business to Government) dan C2C (Customer to Customer).

Format bisnisnya pun bisa beragam, seperti freemium (gratis namun premium), metode berlangganan, iklan, pay as you go, komisi, marketplace, afiliasi, one-off sale, dan lainnya.

"Pilih dua hingga tiga format yang menurutmu cocok dengan produkmu, sekaligus yang dianggap memberi pendapatan tertinggi," ujar Octa.

Traction

Terminologi ini mengacu pada tanda bahwa perusahaan anda berhasil tumbuh. Misalnya, jika anda memiliki aplikasi mobile, angka unduhnya tumbuh pesat. Pada mesin pencari, jumlah pencarian terus naik.

Untuk bisa tumbuh, perlu mesin berupa kanal-kanal pemasaran. Dalam hal ini, kanal traction bisa berupa iklan, aktivitas PR, pemasaran viral, iklan media sosial, SEO, SEM, pemasaran konten, email dan lainnya.

"Setelah melakukan traction, lakukan validasi pasar antara feedback dan data. Misalnya, 80 orang suka aplikasinya. Namun, hanya ada 10 orang yang membelinya," jelas Octa.

Kompetisi

Kompetisi akan membuat perusahaan rintisan bisa mencari faktor pembeda dengan produk lain. Jadi, anda harus lakukan analisis pada pesaing langsung maupun tidak langsung. Jelaskan apa yang membuat perusahaan rintisan anda unik.

Dalam memaparkan keunikan ini, coba buat dalam bentuk diagram, agar investor mengerti posisi dan pesaing.

Tim

Hal krusial lain adalah kerja sama antar tim. Sebab, banyak perusahaan rintisan yang punya produk bagus berujung gagal karena ego pendiri. Karenanya, investor perlu tahu siapa orang di balik perusahaan rintisan anda.

Uraikan nama tim milik anda secara rinci, mulai dari nama, usia, jabatan, kemampuan, dan keahlian, serta rekam jejaknya.

fShare
4