GoldenLovers, Menjadi seorang ibu rumah memang pekerjaan mulia. Namun, terkadang, hasrat untuk aktualisasi diri juga perlu tersalurkan. Bila kamu termasuk yang ingin melakukannya dengan berbisnis, jangan khawatir, kamu bisa mengikuti langkah mudah ini.

Penulis Risa Arisanti ingin berbagi kiat melakukannya. Wanita yang sempat berkarier di sebuah perusahaan multinasional itu akhirnya memutuskan keluar agar bisa lebih banyak mengurus rumah tangga.

Seiring waktu, ia mulai memanfaatkan ilmu yang ia miliki untuk memulai usaha. Ia mulai usaha sesuai minatnya, yaitu di bidang fesyen pada 2013. Kini, usaha itu terus berkembang.

BACA JUGA:

Menurut Risa, usaha itu merupakan pekerjaan 'sampingan' selain menjadi penulis. Jadi, sembari mengerjakan pekerjaan sampingan itu, Risa tetap menjalankan tugas utama sebagai ibu tiga anak.

Risa mengaku, awal menjadi ibu rumah tangga memang berat. "Dulu saya adalah bos, Kemudian tidak menjadi siapa-siapa. Jadi belajar lagi dari nol," kata pendiri dan direktur kreatif untuk merek fesyen muslimah Kayva itu.

Berdasarkan pengalamannya, Risa punya kiat yang bisa kamu lakukan.

Kenali Hobi

Salah satu langkah memulai usaha adalah dengan mengenali hobi. Biasanya, ini adalah hal yang disukai. "Mengerjakan sesuatu yang disukai akan terasa lebih mudah," katanya para Republika. Setelah itu, lihat peluang usaha yang bisa dibidik dari hobi.

Sesuai Minat

Sebelum memulai usaha, Risa sempat menjadi apoteker. Sayangnya, itu bukan hal yang ia minati. Karena itu, ia menilai bawah minat adalah hal penting ketika menjalankan sesuatu, terutama usaha.

"Sebenarnya saya ini apoteker. Saya kompeten di bidang ini, tapi ini bukan passion saya," ujarnya.

Jangan Cuma Mimpi

Hal penting lainnya, jangan menunggu untuk memulai. Lakukan sekarang yang bisa dilakukan, meski sibuk. "Jangan ketinggian juga, saat kita tidak punya tenaga dan waktu, yang penting jangan cuma mimpi," jelas lulusan Institut Tekonologi Bandung itu.

Mulai Melangkah

Dalam memulai usaha, awali dengan langkah kecil dahulu. Jangan terlalu jauh di awal untuk melihat langkah akhir.

"Lihat arah kita melangkah, jangan lihat langkah akhirnya. Lihat langkah kecilnya dulu. InsyaAllah, ini akan mengalir nantinya, kalau ini barokah. Kalau kita berpikir tinggi dan kepanjangan, nanti malah tak kunjung selesai," ujarnya.