GoldenLovers, Para ilmuwan telah menemukan cara baru menumbuhkan kembali enamel gigi. Artinya gigi berlubang tak lagi perlu ditambal. Sakit gigi salah satu penyakit yang menyiksa. Jangankan mengunyah makanan, membuka mulut saja sakit tak karuan. Rasa nyerinya pun dapat menyebar hingga ke organ tubuh yang lain, seperti telinga, saluran sinus, rongga mata maupun kepala.

Salah satu penyebab sakit gigi adalah cavity atau lubang pada gigi. Dokter.id menyebutkan saat gigi berlubang artinya terdapat lubang di antara dua lapisan gigi, yaitu enamel dan dentin.

Kedua lapisan gigi tersebut berfungsi melindungi lapisan gigi terdalam yang disebut pulpa yang mengandung pembuluh darah dan saraf. Pulpa yang sudah tidak terlindungi dapat mengalami peradangan, inilah yang menyebabkan sakit gigi.

Gigi berlubang dialami oleh hampir 90 persen populasi. Penderita sering tidak menyadari ketika ukuran lubang masih kecil karena tidak menyebabkan nyeri.

Namun, lubang yang lebih besar dapat membuat makanan masuk ke dalamnya, dan menyebabkan pulpa gigi terpapar bakteri atau suhu panas dan dingin dari makanan atau minuman, yang akhirnya menimbulkan rasa nyeri.

Biasanya dokter gigi akan melakukan penambalan terhadap gigi yang berlubang agar tidak menjadi semakin luas dan dalam, atau mencabutnya jika sudah parah. Gigi yang berlubang dapat menjadi pintu masuk berbagai penyakit, karena bakteri dan virus dapat masuk melalui pembuluh darah yang terdapat pada gusi yang terluka.

Semakin parah lubang yang terjadi, maka semakin lama perawatan yang dilakukan untuk memastikan gigi bebas dari bakteri sebelum akhirnya ditutup.

Kini ilmuwan menemukan cara baru merawat gigi berlubang tanpa perlu menambalnya. Suara bor gigi dan kengerian yang menyertainya bisa jadi cerita masa lalu.

Dilansir dari Science Alert, para ilmuwan dari University of Washington telah mengembangkan penanganan gigi berlubang dengan membangun kembali lapisan enamel pelindung gigi.

Hal ini memanfaatkan rantai pendek asam amino, peptida, yang dapat membangun lapisan mineral baru dan secara efektif menambal gigi yang berlubang. Alphr melaporkan, ketika gigi baru tumbuh di dalam gusi, sejenis sel yang disebut dengan ameloblast mengeluarkan protein amelogenin, yang membentuk mahkota enamel.

BACA JUGA:

Akan tetapi, begitu pembentukan enamel gigi tuntas dan gigi muncul di permukaan, ameloblast lenyap. Kita terus kehilangan lapisan pelindung gigi yang tidak dapat menyembuhkan diri sendiri sepanjang hidup kita, karena mengunyah atau hal lain.

"Bakteri memproses gula dan karbohidrat terfermentasi lainnya di dalam rongga mulut, dan asam. Inilah yang menyebabkan hilangnya mineral dalam enamel gigi," ungkap peneliti kesehatan gigi yang juga merupakan penulis penelitian ini, Sami Dogan.

Jika kerusakan enamel ini masih sangat kecil, gigi dapat diremineralisasi dengan bantuan air liur, pasta gigi berfluoride atau air minum dengan zat tambahan. Namun, ketika terjadi rongga pada gigi, maka dokter akan melakukan pengeboran dan menambal lubang tersebut.

Penanganan gigi berlubang yang baru ini meniru tindakan ameloblast untuk membentuk lapisan mineral baru ke enamel yang rusak, tanpa pengeboran dan penambalan.

Untuk mengembangkannya, para peneliti menggunakan amelogenin, sejenis protein yang dihasilkan oleh ameloblast. Protein ini merupakan faktor penting dalam pembentukan enamel gigi. Mereka merancang peptida berdasarkan protein ini dan menciptakan perawatan dengan peptida sebagai bahan aktif.

Penelitian yang hasilnya dipublikasikan di situs ACS Biomaterials Science and Engineering ini menunjukkan para peneliti mengaplikasikan peptida yang dirancang secara khusus itu pada kerusakan gigi yang dibuat di dalam laboratorium. Mereka kemudian menemukan bahwa zat tersebut dapat memperbaiki lubang buatan, mengembalikan mineral pada enamel gigi.

Mehmet Sarikaya, yang mengepalai penelitian ini menjelaskan bahwa proses remineralisasi oleh peptida ini merupakan "alternatif yang sehat untuk perawatan kesehatan gigi saat ini".

Para ahli juga mengaplikasikan fluoride pada gigi berlubang, akan tetapi hanya pengobatan dengan peptida yang menghasilkan remineralisasi pada lapisan enamel yang tebal, menyerupai struktur enamel yang sehat.

Para peneliti mengatakan bahwa masih perlu dilakukan tes lanjutan untuk melihat apakah peptida dapat bekerja pada lubang gigi yang sebenarnya. Mereka menambahkan bahwa untuk lubang gigi yang sudah mencapai lapisan dentin yang terletak di bawah enamel tetap dibutuhkan penambalan.

Namun mereka percaya produk tersebut dapat dijual sebagai bagian dari perawatan gigi sehari-hari dalam bentuk pasta gigi atau gel, untuk mencegah kerusakan gigi sejak awal.

TIPS KESEHATAN DAN GAYA HIDUP

loading...