GoldenLover, Ibadah puasa di bulan Ramadan merupakan waktu terbaik untuk tubuh melakukan proses detoksifikasi. Sebab, selama berpuasa saluran pencernaan (usus) beserta enzim dan hormon berada dalam kondisi beristirahat dari yang biasanya bekerja mencerna makanan selama lebih kurang 18 jam.

Puasa yang dilakukan selama satu bulan dalam satu tahun acap kali membuat tubuh membutuhkan proses adaptasi yang tepat supaya tetap sehat dan fit dalam menjalaninya.

Jika tidak dilakukan dengan benar, misalnya dengan tertib melakukan sahur dan buka puasa, maka puasa bisa melemahkan tubuh dan meningkatkan risiko datang penyakit.

Anda yang senang berolahraga bisa jadi kesulitan menemukan waktu yang tepat untuk terus menjalankan hobi positif tersebut selama berpuasa.

Menurut Vincent Pedre, M.D, dari Pedre Integrative Health, sangat penting untuk mendengarkan tubuh Anda saat memilih waktu dan jenis olahraga selama berpuasa.

Salah satu jenis puasa yang tengah populer di negara Barat adalah puasa intermiten. Metode puasa yang disebut puasa berselang ini merupakan pengaturan waktu makan yang efektif dalam menurunkan berat badan, membentuk otot, dan mengecilkan perut buncit.

Anda yang ingin sukses menurunkan berat badan selama menjalani puasa intermiten tersebut diwajibkan harus melakukan olahraga.

Vincent merekomendasikan kardio ketika perut dalam kondisi kosong. Oleh karena itu, lakukanlah saat pagi atau sore hari menjelang waktu berbuka puasa.

Dia mengingatkan bahwa jika berniat untuk melakukan olahraga kala berpuasa, maka pilihlah makanan bernutrisi baik saat sedang sahur. Tujuannya, untuk menyesuaikan tenaga dalam tubuh terhadap intensitas latihan.

BACA JUGA:

Jadi, apabila Anda berencana untuk membakar lemak dengan olahraga lari di pagi atau sore hari, maka pada saat sahur perbanyak mengonsumsi karbohidrat sebagai sumber tenaga.

“Jangan melakukan olahraga kardio dengan perut penuh. Sebab, gerakan intens yang tiba-tiba seperti yang terjadi pada tubuh saat kardio bisa membuat tubuh syok karena adanya ‘permintaan’ peredaran darah dari otot yang bisa mengurangi asupan darah yang dibutuhkan tubuh untuk mencerna makanan,” ujar Pedre.

Mengenai jenis latihan yang sesuai dan tepat untuk dilakukan saat sedang berpuasa juga harus diselaraskan dengan kondisi tubuh Anda.

Dr Ranj Singh, mengatakan, apabila tubuh cenderung lemah saat berpuasa, maka jangan paksakan untuk latihan beban yang berat.

“Jaga tubuh tetap fit dan sehat, tetapi jangan berlebihan karena bisa membuat tubuh lemas dan sakit,” jelas Ranj kepada BBC.

Dia mengatakan olahraga yang baik dilakukan saat berpuasa adalah jalan cepat, joging ringan, dan aerobik ringan. Jangan membuat tubuh stres karena terlalu banyak keluar keringat di saat tubuh sedang dalam kondisi berpuasa.

“Ada orang-orang yang memilih olahraga saat pagi hari sebelum matahari terbit, cara ini memberikan tubuh banyak kesempatan untuk membangun energi yang dibutuhkan sampai dengan malam hari,” urainya.

Satu hal penting yang perlu Anda ingat ketika berolahraga saat berpuasa adalah Anda harus mengetahui dan mendengarkan kondisi tubuh Anda.

“Risikonya adalah tubuh mengalami gula darah rendah,” jelas Albert Matheny, MS, RD, CSCS, seorang penasihat nutrisi dari Promix Nutrition.

Matheny mengatakan bahwa dia tidak merekomendasikan olahraga intensitas tinggi yang menyebabkan gerakan jantung meningkat. Sebab, hal yang demikian bisa menurunkan kadar gula darah hingga sangat rendah, Anda akan merasa sangat lemah, dan berpotensi menyebabkan pingsan.

“Kunci sukses berolahraga saat sedang puasa adalah jenis makanan yang Anda konsumsi saat sahur. Sebab, makanan yang pertama kali Anda makan itu memengaruhi kondisi tubuh saat dan sesudah melakukan olahraga,” pungkasnya.