GoldenLovers, Pengadilan Administratif teratas Mesir memerintahkan pihak berwajib memblokir YouTube. Keputusan ini diterapkan selama satu bulan akibat film yang dinilai merendahkan nabi umat Islam, Muhammad.

Keputusan yang disampaikan pada hari Sabtu (26/05) ini mengakhiri proses pengadilan banding yang berlangsung selama bertahun-tahun, terkait film amatir yang dirilis pada tahun 2012, berjudul Innocence of Muslims. Film ini menggambarkan Nabi Muhammad sebagai bahan lelucon dan seorang pedofil.

Perilisan film ini kemudian memicu gelombang kemarahan dan protes terhadap anti-Amerika di seluruh wilayah Timur Tengah. Aksi protes ini menyebabkan sekitar 30 orang di wilayah tersebut menjadi korban meninggal dunia.

BACA JUGA:

Washington berusaha meredam demonstrasi ini dengan mengatakan bahwa film kontroversial dibuat secara pribadi tanpa dukungan-dukungan. Pihak berwenang Amerika Serikat menyebut hukum terkait dengan kebebasan berbicara mencegah mereka untuk menghentikan produksi dari bahan inflamasi tersebut, dikutip dari The Guardian.

Sementara itu, pengadilan lain memerintahkan situs berbagi video tersebut diblokir pada tahun 2013 setelah menayangkan video tersebut. Namun kasus ini diajukan banding oleh Badan Regukasi Telekomunikasi Nasional Mesir dan terus bergulir.

Perintah pengadilan administratif tertinggi disebut sebagai keputusan final dan penuntut tidak lagi dapat mengajukan tuntutan banding.