GoldenLovers, Bagi para perintis perusahaan, modal kerap menjadi permasalahan. Untuk memenuhi kebutuhan ini, salah satu cara adalah dengan mengajukan kredit. Seiring perkembangan zaman dan teknologi, mencari modal pun kini bisa dilakukan secara daring (online).

Tak heran, layanan keuangan berbasis teknologi (teknologi finansial/tekfin) di Indonesia, terutama untuk pinjam-meminjam semakin banyak bermunculan.

"Kesiapan infrastruktur juga mendorong tekfin kian menjadi primadona di kalangan masyarakat," kata PR Manager Koinworks Debby Lufiasita.

BACA JUGA:

Mengutip Kompas, Debby memberikan lima kiat agar kredit modal usaha secara daring tetap aman.

Bunga

Ketika mencari pinjaman, jangan hanya memikirkan kondisi yang sedang terpepet, pikirkan bagaimana modal itu mampu memenuhi kebutuhan bisnis. Pikirkan pula bagaimana mengembalikan pinjaman itu beserta perhitungan bunganya.

"Jangan sampai tanpa sadar terjebak bunga tinggi. Padahal, jika dibanding lembaga keuangan tradisional, bunga tekfin cukup kompetitif. Bila lembaga keuangan tradisional menawarkan bunga sekitar 1%-2,5% flat per bulan, tekfin bisa dari 0,75%-1,67% flat per bulan," kata Debby.

Jadi, besar bunga menjadi hal utama yang wajib diperhatikan agar tidak terjebak utang. Karenanya, anda harus menghitung sendiri bunga yang ditawarkan masing-masing perusahaan tekfin, sebelum memutuskan menggunakan layanan mereka.

Biaya

Sebelum menandatangani kontrak pinjaman, anda akan mendapat informasi mengenai biaya-biaya yang harus anda bayar. Misalnya, bunga per tahun, biaya originasi, biaya administrasi, biaya keterlambatan pembayaran, dan sebagainya.

Demikian, anda akan tahu pasti jumlah dana yang anda terima dan besar cicilan bulannya. "Misal, pengusaha ingin meminjam Rp500 juta untuk modal usaha. Adanya transparansi biaya akan membuat pengusaha tahu bahwa pinjaman akan dipotong biaya administrasi Rp100 ribu dan sebagainya," kata dia.

Sehingga, ketika pinjaman cair, anda tidak akan mendapat uang sebesar Rp500 juta secara utuh karena telah dikurangi beragam jenis biaya yang dibebankan.

Sumber Dana

Sebelum mengajukan pinjaman, pastikan anda mengetahui sumber dana yang akan anda dapat. "Bila sumber dana pengusaha berasal dari perusahaan yang menawarkan pinjaman (balance-sheet lending), bunga dan biaya yang dikenakan bisa lebih tinggi dan jumlah dana terbatas," ungkap Debby.

Apalagi, pendanaan tekfin pinjam-meminjam berasal dari masyarakat yang terbatas. Hal tersebut akan memengaruhi ketersediaan dana dan besar bunga serta biaya yang dibebankan per transaksi.

Literasi

Tak semua orang paham cara kerja tekfin pinjam-meminjam di Indonesia dan apa manfaatnya untuk mereka. Oleh karena itu, pastikan bahwa perusahaan memberi literasi berupa edukasi pada nasabahnya.

Entah itu mengenai perhitungan bunga, biaya, manfaat dan risiko, cara menggunakan fitur atau produk yang ditawarkan, hingga bantuan-bantuan yang mampu mendongkrak pemahaman soal bisnis. Semakin tinggi tingkat literasi masyarakat, mereka akan makin mampu memilih dan memanfaatkan produk atau layanan jasa keuangan sesuai tujuan keuangan masing-masing.

Demikian, masyarakat bisa melakukan perencanaan keuangan dengan lebih cerdas serta terhindar dari aktivitas keuangan yang tak menguntungkan. Penggunaan dana pinjaman yang didapat pun bisa lebih terarah.

Regulasi

Di Indonesia, saat ini ada sekitar 120 perusahaan tekfin, namun baru 36 tekfin mengikuti regulasi dan diawasi regulator, Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk mendapat izin OJK, tekfin perlu mendaftarkan diri dan OJK akan memantau selama setahun guna mengetahui bahwa perusahaan bisa jalan atau tidak.

Jika belum mendapat izin OJK, tekfin pada dasarnya tidak boleh menawarkan produknya ke masyarakat. Lampu hijau dari OJK akan memudahkan masyarakat memilih layanan tekfin yang aman dan terpercaya, sebab perusahaan yang terdaftar sudah memenuhi standar otoritas terkait infrastruktur penunjang kegiatan operasional, sistem elektronik, hingga mitigasi risiko.

"Bila tekfin belum mengikuti regulasi yang ada, sebaiknya dihindari," katanya.

fShare
0