GoldenLovers, Menurut Instagram, pengguna mengunggah rata-rata 95 juta foto dan video per hari. Belum lagi dari platform media sosial lain, Facebook misalnya.

Ternyata, hobi memotret dan mengunggahnya di media sosial juga bermanfaat baik. Menurut sebuah penelitian dalam jurnal Health, memotret dan mengunggahnya sekali sehari baik untuk kesehatan kita.

Sebuah penelitian yang ditulis bersama oleh Dr. Liz Brewster dari University of Lancaster dan Dr. Andrew Cox dari Sheffield University mencatat foto yang dipotret orang, teks yang mereka tambahkan sebagai keterangan foto, dan bagaimana mereka berinteraksi dengan orang lain di situs photo-a-day selama dua bulan.

Mengunggah foto daring setiap hari adalah fenomena sosial yang populer. Di Instagram ada lebih dari 1,5 juta foto yang diberi tagar (hashtag) #365, yang menjelaskan jumlah hari sepanjang tahun.

Selain itu ada juga situs seperti Blipfoto. Dengan ribuan anggota yang membuat buku harian dalam bentuk foto.

Dr. Brewster dan Dr. Cox menemukan bahwa memotret setiap hari meningkatkan kesejahteraan seseorang. Pasalnya lewat foto mereka juga memperhatikan diri, berinteraksi dengan komunitas, dan berpotensi untuk memiliki sebuah kenangan.

Bukan cuma itu, momen dalam memotret yakni saat seseorang mengambil waktu sejenak untuk memusatkan perhatian dan mencari sesuatu yang berbeda atau tidak biasa juga dilihat sebagai nilai positif dan bermanfaat dari memotret.

Daily Mail melaporkan, untuk eksperimen ini para peneliti mengirimkan undangan untuk berpartisipasi dalam penelitian ini melalui media sosial. Dari 33 responden, delapan dipilih berdasarkan kriteria inklusi untuk memotret satu foto setiap hari.

Para peneliti melacak gambar yang diunggah peserta secara daring, termasuk teks dan interaksi yang menyertainya dengan orang lain, selama dua bulan.

Pada akhir dua bulan, para peserta diminta menjawab pertanyaan tentang mengapa mereka ambil bagian dalam studi dan menceritakan pengalaman mereka seputar itu.

BACA JUGA:

Salah satu peserta penelitian seperti dilaporkan Science Daily mengatakan, "Pekerjaan saya sangat memicu stres. Ada hari-hari ketika saking sibuknya saya hampir tidak bisa berhenti untuk bernapas, Anda pasti tahu apa yang saya maksud. Hanya dengan berpikir 'Oh tunggu, saya akan memotret serangga yang menempel di komputer saya' atau semacam itu saya kira sangat bermanfaat."

Hobi memotret keseharian juga dapat membuat seseorang makin giat berlatih. Pada akhirnya ini memberi semacam tujuan yang mengasah kompetensi, dan akhirnya membuahkan pencapaian.

Peserta lain berkomentar, "(Hobi) ini mendorong saya lebih sering keluar rumah, ketika pada saat yang sama saya bisa hanya menghabiskan waktu duduk dan minum teh. Dari yang semula berpikir hanya akan berjalan ke pinggir pantai, akhirnya saya menyusuri pantai sepanjang dua mil."

Kontak daring membantu orang untuk mengelola kesepian dan kedukaan serta bertemu orang-orang baru dengan minat yang sama. Beberapa peserta yang telah pensiun dini menemukan, kontak yang dilakukan dalam situs photo-a-day menggantikan obrolan kantor sehari-hari yang sudah mereka lewatkan.

"Ada olok-olok di kantor atau tempat di mana Anda bekerja. Dan mungkin photo-a-day menawarkan itu. Karena saya melakukan percakapan dengan orang-orang seperti yang mungkin saya dapatkan di tempat kerja," kata peserta yang lain.

Interaksi daring menciptakan komunitas berbasis foto dan teks yang menyertainya. "Bisa jadi itu foto jelek, tetapi jika ada yang berkomentar, itu menjadikannya berharga."

Teks pada foto digunakan untuk memberikan narasi pribadi, bisa menceritakan kenangan, atau berupa penjelasan dari foto yang berulang.

"Saat merasa sedih, menyenangkan ketika kita dapat kembali dan melihat kenangan yang indah. Foto-foto yang saya potret biasanya memiliki memori positif yang melekat padanya, bahkan jika itu sesuatu yang sederhana seperti saya benar-benar menghabiskan waktu setengah jam untuk makan siang sambil duduk di luar dan merasa benar-benar santai."

Para peneliti mengatakan praktik memotret setiap hari ini merupakan "proses aktif pembentukan makna, di mana konsep baru tentang kesejahteraan muncul."