GoldenLovers, Tertarik untuk memiliki bibir lebih besar dan tebal ala Kylie Jenner? Salah satu cara untuk mewujudkannya adalah melakukan prosedur botoks lip flip. Botoks lip flip merupakan tindakan memberikan botoks ke otot-otot sekitar mulut untuk memperjelas bentuk dan memperbesar bibir.

Botulinum toxin atau botoks adalah bahan kimia yang untuk sementara dapat melemahkan atau melumpuhkan otot Anda. Sekali suntik, otot bisa rileks sampai tiga bulan.

Menurut Dara Liotta, ahli bedah wajah dan rekonstruksi di New York City, botoks juga dapat digunakan untuk menciptakan tampilan bibir penuh dan terlihat lebih seksi.

Selain botoks, ada juga injeksi filler yang bisa memperbesar bibir. Namun, keduanya tidaklah sama. Filler menambahkan volume, yang membuat bibir tampak lebih besar, sedangkan botoks melemaskan otot di sekitar mulut, yang disebut orbicularis oris, menggulung bibir ke luar, serta menciptakan ilusi tanpa volume tambahan.

Pada saat tindakan berlangsung, botoks disuntikkan ke bagian orbicularis oris dengan target hanya lapisan superfisial otot di sisi bibir atas dan bawah untuk melemaskan otot untuk membalikkan bibir ke luar tanpa memengaruhi fungsi otot.

Untuk melakukan tindakan ini, dokter kulit atau ahli bedah plastik akan menyuntikkan beberapa unit botoks ke bagian tengah bibir atas Anda. Saat otot rileks, bibir Anda akan melengkung ke atas. Ini akan membuatnya tampak lebih besar tanpa benar-benar menambahkan volume apapun.

Jika Anda ingin hasil yang lebih dramatis, bisa ditambah dengan injeksi filler tentunya konsultasikan dahulu dengan dokter. Namun, gabungan dua prosedur ini biasanya hanya akan bertahan dua hingga tiga minggu dan menjadi populer untuk acara-acara khusus.

BACA JUGA:

Kata David Shafer, ahli bedah plastik New York City, untuk membuat bibir tebal yang bertahan dua sampai empat bulan, akan dibutuhkan sekitar 10 unit botoks. Untuk biayanya, sekitar Rp2 juta sampai Rp5 juta.

Mungkin Anda berpikir bahwa botoks lip flip akan butuh waktu lama dalam prosesnya. Namun, bayangan Anda salah. Sebab, prosedurnya berlangsung cepat, bahkan kurang dari satu menit. Namun, seharusnya hanya dilakukan oleh profesional bersertifikasi.

Semua dokter diwajibkan mengikuti panduan keselamatan yang ditetapkan oleh U. S. Food and Drug Administration (FDA). Namun, penggunaan toksin botulinum di daerah perioral (sekitar bibir) masih dianggap "off-label" oleh FDA.

Meski cara ini akan membuat bibir Anda lebih besar, tentu prosedur ini tak bebas efek samping. Menurut Min S. Ahn, ahli bedah plastik bersertifikat di Boston, bila Anda terlalu banyak menggunakan botoks dapat membuat bibir sulit digerakkan.

"Itu akan terlihat sangat mulus, tapi, intinya, mulutmu tidak bergerak. Kamu tidak bisa mengisap sedotan," katanya. Bahkan Min mengatakan Anda mungkin tak lagi bisa makan dan minum. Saran Min adalah menggunakan botoks lebih sedikit.

Ada pun efek samping lain pada bibir yang mungkin berlangsung beberapa hari seperti mati rasa dan memar pada bibir, pembengkakan yang dapat menyebabkan bibir Anda untuk sementara tampak lebih besar dari harapan.

Anda mungkin juga akan mengalami kesulitan mengerutkan kening, mencium, bersiul, dan menghisap sedotan. Ini bahkan bisa memengaruhi ucapan dan bahkan Anda bisa secara tak sengaja menggigit bibir.

Selain itu, ada efek lain yang jarang tetapi serius jika botoks bergerak dari otot yang ditargetkan ke lokasi lain di tubuh Anda, seperti kelemahan otot secara keseluruhan, sulit bernapas, sulit bicara, sulit menelan, dan terjadi gangguan penglihatan.

Anda juga sebaiknya tidak menggunakan suntikan botoks jika sedang hamil atau berencana untuk hamil dalam tiga bulan ke depan.